Inklusivitas
di dunia digital
Guru
Motivator Leterasi Digital
Pertemuan : 8
Narasumber: Mulyadi M.Pd
Moderator : Da’il Ma’ruf M.Pd
Penulis : Abdul Gofur S.Ip. M.Pd
Rabo, 17 November 2021
adalah pertemuan GMLD yang ke 8 aku harus tetap bersemangat walau terseuk seuk,
karena aku harus membagi waktu dantenaga agar semua bisa tercapai, kadang ada
rasa putus asa, terus atau putus mengikuti GMLD tapi rasa ingin tauku, dan
hausnya akan ilmu maka aku harus terus bertahan dan bersemangat walaupun membuat resumenya tertunda, ya Allah
berikan kekuatan dan kesehatan serta kemudahan kepadaku untuk menuntut ilmu,
Amiiin.
Sebagai moderotor sore ini adalah bapak Da’il Ma’ruf yang sudah menyapa semua peserta dan berdo’a
untuk semua peserta dengan do’a semoga semuanya
dalam keadaan sehat wal’afiah
beliyau akan membersamai nara sumberkita yaitu bapak Mulyadi selama dua jam kedepan, smoga belajar sore ini
berjalan lancer tiada halangan suatu apapun.
Materi mala mini berjudul INKLUSIVITAS DI DUNIA DIGITAL
bersama pak Mulyadi beliyau rupanya teman seangkatan dengan pak Da’il dibelajar menulis PGRI asuhan Om Jay
angkatan ke 20 dan beliyau sudah lulus karena
beliyau sudah membikin resume tadak hanya 20 bahkan 30 sungguh sangat sempurna
dan semangat inilah yang harus kita teladani dari Pak Da’il, luar biasa,
sangkin semangatnya, pertemuan BM itu sama dengan pertemuan GMLD yaitu senin,
rab, jum’at bedanya kalau GMLD ada hiburan ZOOMnya.
Setelah pak Da’il membuka, membaca do’a beliyau
mempersilahkan pak Mulyadi untuk memulai menyampaikan pemapaaran materinya sore
ini, yang berjudul INKLUSIVITAS DI DUNIA
DIGITAL .
Pak MUlyadi memulai menyampaikan pemaparannya dengan
mengucapkan salam kepada seluruh peserta di Nusantra,” Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
selamat sore, salam sejahtera buat kita
semua. Alhamdulillah disore hari yang baik ini, kita bisa dipertemukan oleh
Allah swt dalam keadaan sehat walafiat Amiin.
Puji syukur juga dipanjatkan kepada Dzat pemberi nikmat,
karena dengan bersyukurlah Allah akan tambahkan kenikmatan – kenikmatan untuk
kita semua, ungkapan senang dan bangga karena bisa berbagi cerita dengan,
informasi, dan pengalaman bersama seluruh nusantara, beliyau berbagi bukan
berarti beliyau lebih baik tapi saat ini pada [prinsipnya kita sedang memainkan
peran masing – masing yang telah dirancang oleh yang maha Esa, subhanallah
betapi beliyau memiliki sifat tawadlu’ yang luar biasa semoga beliyau selalu
sehat wal’afiah dan selalu istiqomah dalam berbagi ilmu.
Dan beliyau meminta izin untuk memainkan perannya sebagai
narasumber untuk menyampaikan sedikit pengetahuan dan pengalaman dari tema “Inklusivitas
dalam Dunia Digital” semoga dapat menginspirasi kepada semua peserta diseluruh Indonesia
untuk lebih bijak bersikap dan bertindak
di tengah keberagaman dan keberbedaan yang cenderung semakin tajam ketika
bergeser ke dunia digital
Inklusivita. Apakah Inklusifitas itu? Inklusivitas berasal
dari kata inklusi, kata ini diambil dari kata “inclusion” yang berarti mengajak
masuk atau mengikutsertakan. Lawan kata inklusi adalah eksklusif atau
eksclusion, artinya menegasi atau mengeluarkan. Dengan demikian inklusivitas
merujuk kepada sikap menerima atau mengajak kepada siapa saja tanpa melihat
perbedaan dalam konteks sosial.
Sebagai sebuah sikap, inklusivitas senantiasa dikaitkan
dengan sikap masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini,
masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat digital.
Mengapa kita harus bersikap inklusif di era digital? Karena masyarakat
digital identik dengan kebiasaan interaksi dengan media baru, melalui konsep
metode baru, dalam berkomunikasi di dunia digital dan memungkinkan orang-orang
dari kelompok-kelompok kecil berkumpul secara online, berbagi, menjual, dan
menukar barang serta informasi.
Ada beberapa alasan
mengapa masyarakat digital harus inklusif, yaitu:
1. Internet bukan
lagi barang baru di Indonesia. Oleh sebab itu internet seharusnya bisa
dinikmati oleh siapapun dengan mudah. Dari data yang ada, tercatat Indonesia
sebagai salah satu pengguna smartphone terbesar di dunia, setelah China, India,
dan Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah pengguna
internet terbesar. Berdasarkan data internetworldstats, pengguna internet
Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa pada Maret 2021. Sementara rata-rata waktu
yang digunakan untuk mengakases internet adalah 8 jam 52 menit atau sekitar 75%
dari waktu yang tersedia. Ini luar biasa, mengingat hampir 3/4 waktu dihabiskan
hanya untuk mengamati perangkat digital yang ada. Sebagian besar pengguna
memanfaatkan media sosial untuk berinterkasi, berkomunikasi, atau sekedar
mencari informasi. Tercatat aplikasi yang paling banyak digunakan secara
berturut-turut yaitu youtube, whatsapp, instagram, facebook, lalu twitter
2. Dunia digital
cenderung mempertajam perbedaan dan mempeluas keragaman, baik dari aspek fisik
maupun pandagan, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan social. Oleh sebab
itu, perlu disikap secara bijak dan benar, berbagai contoh perpecahan atau
perkelahian antara warga terjadi hanya akibat penggunaan media social
3. Keunikan yang
hadir sebagai sebuah keniscayaan, perlu mendapat perlakuan yang proporsional
sesuai kondisi keunikannya sehingga mereka dapat menikmati layanan dan
kebutuhan sebagaimana layaknya anggota masyarakat digital lainnya.
4. Hak untuk
memperoleh akses layanan dan kebutuhan di dunia digital untuk berbagai
keperluan seharusnya mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.
Masyarakat digital harus mampu bersimpati dan berempati
kepada berbagai keunikan akibat keterbatasan fisik atau mental yang diwujudkan
dengan menyediakan instrument atau aplikasi yang ramah kepada penyandang
disabilitas agar setiap orang dengan segala keterbatasannya dapat menikmati dan
memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengembangan diri
dari alasan 1-4 mengungkapkan bahwa kita tidak bisa
menghindari era digital... hanya 2 pilihan ikut atau ditinggalkan. Lantas bagaimana sebaiknya kita
menghadapinya? dan sebagai guru apa yang harus
kita lakukan?
Setiap anggota masyarakat berhak mendapatkan layanan internet
untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusianya.
Setiap anggota masyarakat berhak mendapatkan layanan internet untuk mempercepat
pemerataan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusianya
3. hal penting dalam inklusivitas dunia digital :
1.
Keunikan fisik
2.
kemampuan,
3.
perbedaan dan keragaman,
Jika kita yang normal bisa nikmati
serunya era digital dengan smartphone, bagaimana dengan saudara kita yang
disabiltas? Indah sekali jika inklusifitas bisa kita hadirkan di lingkungan
masing-masing oleh karena kita juga harus menyediakan kemudahan kepada
penyandang disabilitas
Sesuai dengan kehendak Tuhan tentang penciptaan manusia yang beragam
untuk saling ta'aruf mengenali dan kolaborasi. apa upaya kita untuk bisa
kembangkan inklusifitas dalam bermedia digital?
Materi sore ini sangat menarik dan para peserta sangat
antusias buktinya banyak yang bertanya, peserta yang bertanya disilahkan untuk
Chat Nomer pak Da’il. Dan dibawahini adalah kumpulan pertanyaan dari para
peserta sekaligus jawaban dari narasumber.
P.1
Assalamualaikum, Nama. M.Chaerudin, S.Pd, Asal : Parungpanjang
Bogor
1. Bagaimana cara
menciptakan Lingkungan Inklusif pada daerah yg terbatas akses internet maupun
perangkatnya.
2.
Apa yg menjadi prioritas awal untuk mengembangkan pada
daerah tersebut.
3.
Bentuk motivasi apa utk menarik masyarakat agar
tercipta Lingkungan inklusif sampai pada rasa gotong royong dan saling memiliki
Terima kasih🙏
Jawaban P1.
Lingkungan yang inklusif dapat dilihat dari tiga hal yang
telah saya sebutkan, jika hal tersebut berkaitan dengan kemudahan dalam
mengkases internet maka yang harus dilakukan adalah menyediakan akses internet
yang lebih baik. Dalam hal ini pemerintah terus berupaya membangun
imprastruktur jaringan agar layanan jaringan mudah, dan terjangkau. Sementara
itu jika hal tersebut, berkaitan sikap sebagai pengguna internet di dunia
digital, maka sikap keterbukaan terhadap perbendaan pandangan harus dapat
wujudkan dalam bentuk misalnya tidak mudah terprovokasi, dan dapat menerima
perbedaan sebagai sesuatu lumrah
P.2
Assalamu'alaikum, Saya
Mugiarni dari SDN Daru lll kec .Jambe. Kab. Tangerang ( GMlD 1*)
Saya mohon suatu gambaran
dengan lingkungan inklusif ini seperti dalam penggunaan ponsel yang digunakan
apakah ada pruduk khusus ponsel yang diciptakan buat anak inklusif
Selain itu dalam
penggunaan ponsel tentunya membutuhkan pendamping dalam penggunaanya untuk anak
inklusif...?
Jawaban P.2
Terimakasih Ibu Mugiarni,
menyediakan instrumen atau alat yang memudahkan para penyandang disabilitas
sebagai salah satu bentuk perbedaan yang ada dalam lingkungan masyarakat
digital adalah dengan menyediakan
perangkat yang ramah terhadap disabilitas, dan hal ini ternyata sudah ada
produk gadget yang memiliki fitur pembaca wajah, termasuk smartphone dengan
fitur yang sesuai dengan penyandang tuna netra. Kebetulan saya memiliki satu
mahasiswa tuna netra yang menggunakan tersebut.
P3
Saya Rully dari Banten,
GMLD 6. Ijin bertanya :
Bagaimana agar akses
internet untuk warga tak mampu bisa juga diperoleh? Adakah bantuan dari Keminfo
datau Pemkab atau Pemkot, Untuk internet warga secara free?
Jawaban P3.
Baik, Pak Rully
terimakasih sudah bertanya, waw ini pertanyaan yang luar biasa, saya sampai
bingung harus jawab apa. Untuk akses internet gratis sebenarnya sudah ada yang
disediakan oleh pemerintah, terutama di desa-desa. Saya kira hampir semua desa
di Indonesia telah memperoleh program ini. Sementara untuk interner gratis dari
pemerintah daerah tentu hal ini akan bergantung pada program daerahnya
masing-masing. Kebetulan kalau di daerah saya belum ada, terimkasih
P.4
Assalamualaikum.wr.wb, Mega dari Bengkulu.
Bagaimana sikap kita
dalam menerapkan inklusivitas ini dalam bermedia sosial.
Kadang dengan terpaksa
kita blokir orang2 yang postingannya sangat mengganggu.
Terimakasih
Jawaban P4
Ibu atau bapak Mega, maaf jika salah,
terimakasih, pertanyaan yang bagus. Sikap inklusivitas dalam bermedia sosial
antara lain dapat dapat diwjudkan dengan sikap saling menghargai dan
menghormati hak dan pendapat orang lain, kemudian dapat menerima dan menghargai
perbedaan. Sepanjang hal tersebut tidak berkaitan dengan sikap menghina
atau bully atau sejenisnya, sebaiknya kita hargai saja sebagai keragaman dalam
berpikir. Mungkin, salah satu tindakan yang bijak perlu diblokir sepanjang hal
tersebut tidak pihak lain
P.5.
Frans Fernandez
Praya-Lombok Tengah NTB dari GMLD 4 bertanya:
1. Media Digital
inklusivitas adalah suatu keharusan. Apakah sudah ada infrastruktur untuk
penyandang disabilitas sesuai dengan kekhususan mereka?
2. Jika sudah ada
infrastruktur nya apakah sudah ada program digital yang mengkhususkan mereka,
dan apa namanya?
3. Jika mereka mau
masuk ke dunia medsos, apakah sudah ada fitur atau medsos mereka.
Terimaksih apak Frans,
Untuk inprastruktur adalah perangkat pelayanan dasar, dan ini
umumnya berkaitan dengan penyediaan peralatan pendukung utama seperti tower dan
lain-lain untuk kelancaran jaringan internet. Jadi untuk penyandang disabilitas
tentu akan ikut terlayani dengan inprastruktur ini. Yang paling penting bagi
penyandang disabilitas adalah tersedianya perangkat atau aplikasi yang sesuai
dengan kebutuhan mereka. Yang paling sederhana misalnya kita bisa membuat blog
bukan hanya dalam bentuk tulisan tetapi juga dalam bentuk suara sehingga para
tunanetra dapat memanfaatkan blog kita.
1.
Jika sudah ada infrastruktur nya apakah sudah ada
program digital yang mengkhususkan mereka, dan apa namanya?
2.
Seperti sudah saya sebutkan tadi, bahwa sudah ada per…
P6
Ijin mau bertanya, saya I
Made Suata, SMA Negeri 1 Pamona Selatan, Kab. Poso, Sulteng.
Bgmn upaya yg hrs kita lakukan utk mengajak masyarakat menciptakan lingkungan inklusif, klu di masyarakat itu ada kecenderungan masyarakat mayoritas memiliki sifat egoisme yg tinggi thd yg minoritas.
Jawaban P.6
Terimaksih pak Made Suata, ini kawan dari Sulteng, Merasa superior akibat jumlah atau kekuasaan sering menjadi pemicu terjadinya sikap anti iknlusif. Oleh sebab itu yang harus kita lakukan adalah terus memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat agar tidak memandang perbedaan sebagai sesuatu yang ekslusif. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak melakukan perundungan fisik, perundungan verbal, agresi relasi, perundungan prasangka, perundungan siber, apalagi perundungan seksual. Prilaku seperti itu harus terus kita minimalisir agar tidak memicu timbulnya sikap-sikap yang anti sosial.
Itu diatas adlah menrupakan pertnyaan pertanyaan ari peser ta dan juga jawaban dari nara sumber, yang jelas pertanyaan dan jawaban diatas lebih mempertajam pengetahuan kita tentang inklusivitas di dunia Digital. semoga jawaban tidak memuaskan sehingga kita bisa terus belajar.
Alhamdulillah pertemuan sore ini di ahiri dengan Tanya jawab
dan di tutup dengan do”a semoga ilmu yang kita dapatkan menjadi ilmu yang
bermanbfaat barokah fiddi waddunya wal’ahiroh Amiiin
Assalamu'alaikum. alhamdulillah bisa menyelesaikan resume pertemuan ke 8. semoga selalu sehat dan bersemangat untuk mengikuti pertemuan berikutnya dsn membuat resume sampai finish
BalasHapusAlhamdulillah keren pak, semua resum sudah dilaksanakan, mari pak semangat terus untuk maju
BalasHapusTerima kasih ibu jazakumullah bi ahsanal jaza'
HapusKeren...Semangat Pak...
BalasHapusTerima kasih Bu Mein terima kasih
BalasHapus