KONSEP BUKU NON FIKSI
Pertemuan ke 15 merupakan pertemuan yang istimewa karean
penuh perjuangan buat saya karena sore jam 16.00 sam[pai jam 18.00 aku
mengikuiti kelas GMT langsung membuat
esume untuk kelas, disela aktivatas yang sangat padat, Alhamdulillah Allah
masih berikan kekuatan untuk menmgikuti kelas belajar menulis PGRI. Melelahkan memang tapi karean dijalani dengan enjoy jadi rasa
lelah iyu hilang, walaupon harus menunda membuat resumenya.
Malam ini luar biasa
karena dipandu oleh moderator yang luar biasa MS. Phia yang tetap energik dan tak kenal lelah,
walaupon jam 16.00 sampai jam 18.00 beliyau memandu dan membersamai nara sumber
di GMLD, dengan ciri hasnya yang renyah beliyau membuka acara belajar menulis
PGRI dengan memodifikasi menggunakan bahasa inggris wow pokoknya keren malam
ini MS.Phia
menyapa peserta dengan ucapan,’’ Assalamuaikum
Wr. Wb. Selamat Malam, Good Evening, Gütten Nacht. Ladies & Gents of future
famous writers from all over Indonesia!
Tonight, saya Ms.Phia akan membersamai Bapak /Ibu sebagai Moderator dan
Pembelajar. Ayo siapkan fokus dengan
segelas Teh/Kopi Hangat. Agar jemari selalu kuat merangkai Kata
The topic Tonight is KONSEP BUKU NON FIKSI kita bedah tips untuk
menulis karya non fiksi malam ini bersama seorang narasumber yang Hebat. Seorang
ibu yang sangat suka membaca, travelling dan memasakbeliyau adalah seorang
English Teacher yang juga adalah Founder Organisasi Masyarakat . Seorang ibu
yang penuh ide, suka berinovasi dan semangat berbagi. Beliau adalah Ibu Musiin. M. Pd. mari kita
sempatkan untuk sejenak membaca biodata beliau.PASTI MENGINSPIRASI
Curriculum Vita
Musiin atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang
di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling dan memasak. Ia lahir di kota Tahu Takwa
Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak
tahun 1998 .
Ia
pertama kali masuk sekolah di tahun 1977 – 1983 di SDN Kras I Kediri. Kemudian
setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Kras dari tahun 1983-1986 dan sekolah lagi ke SMAN 4 Kediri lulus tahun
1989. Dari tahun 1989-1994. Ia melanjutkan ke IKIP negeri Malang Jurusan
Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Strata II ditempuh di Universitas Negeri
Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Satra mulai tahun 2006-2009.
Kecintaan akan
profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO RELC
Singapura tahun 2015.
Pengalaman mengajar
dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE
Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang.
Di lingkungan dunia
pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan
tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri
Selain mengajar, Bu
Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun
1991.Organisasi ini bergerak dalam bidang
1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM bekerja
sama dengan Bank Indonesia Surabaya.
2. Pemberian bantuan pangan bagi
masyarakat miskin, posyandu, anak sekolah bekerja sama dengan World Food
Program (UN-WFP) di wilayaj Surabaya, Gresik dan Sidoarjo
3. Pemberian bantuan susu bagi
anak-anak SD bekerja sama dengan Susu Ultra dam Departemen Pertanian Amerika Serikat.
4. Pelatihan Sekolah Ramah Anak bagi guru-guru SD di Kabupaten Sampang
bekerja sama dengan UNICEF.
5. Pendidikan lingkungan dan daur ulang sampah bekerja sama
dengan Tetra Pak Indonesia dan TP UKS Propinsi Jawa Timur.
6. Pengadaaan perpustakaan kampung, dan
toilet di kampung-kampung Surabaya donasi dari UN WFP.
Dalam bidang
kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang
ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan.
Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang
dan Kediri.
Sebagai penulis
pemula, karya buku yang telah dihasilkan adalah sebagai berikut:
1. Digital Brochure Mengasah Kemampuan
Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z
2. Literasi Digital Nusantara.
Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)
3. Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya
bersama siswa-siswa)
4. Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi (
Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)
5. Cergam Panji Asmarabangun and Dewi
Sekartaji
6. Modul Pembelajaran Bahasa Inggris
untuk Kelas IX.
7. Menulis Artikel populer di majalah
online
Editor Buku
1. Kaulah Sosok Inspiratif di Hatiku (
Antologi Sosok Inspiratif)
2. Kisah Penyemangat Kalbu (Antologi
Penyuluh Agama)
Menjadi penulis
buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan
telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.
Before we welcome Ibu Musiin, yang masih menyempatkan waktu
untuk berbagi ilmu, walaupun ibunda beliau sedang sakit hari ini, mari kita
panjatkan do'a agar ibunda dari ibu Musiin segera diberikan kesehatan seperti
sediakala. Aamiin ibu Musiin adalah seorang dosen di STKIP PGRI Jombang STIE Dewantara Jombang dll. Beliyau juga seorang penulis yang
sangat produktif yang karya - karyanya sudah tersebar ke seantero Nusantara.
Kuliah tonight akan
dibagi menjadi 4 sesi yaitu :
1. Opening
2. Pemaparan
Materi
3. Discussion
4. Tutup
Kelas akan
diakhiri pukul 20:30 mengingat narasumber harus menjaga ibundanya mlm ini.
MS. Phia
mempersilahkan Ibu Musiin untuk segera masuk kelas.
Ibu dipersilahkan
untuk memasuki kelas
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sehat. Terima kasih Ms. Phia,
moderator kita yang sangat beautiful.
Semoga kegiatan menulis ini menjadi berkah bagi kita semua di masa
pandemi Covid-19 dan menjadi penguat imun tubuh kita dan semoga ilmu yang kita
peroleh malam ini bermanfaat dunia akhirat.
Selamat malam Bapak Ibu penulis hebat, peserta kelas
menulis Om Jay gelombang 21 dan 22. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada
Om Jay dan Ibu Moderator yang very beautiful Ms. Phia, yang telah memberi
kesempatan kepada saya untuk berbagi
sedikit ilmu dan berdiskusi dengan Bapak Ibu.
Saya adalah alumni
kelas menulis Om Jay gelombang 8 yang juga mendapat kesempatan sekaligus menerima
tantangan menulis yang diberikan Prof. Eko. Kami bersembilan telah berhasil
menaklukakan tantangan menulis Prof Eko dan buku kami telah berhasil dipajang
di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karya saya berjudul
Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi.
Bapak Ibu ini saya sampaikan supaya bisa menjadi trigger
Bapak Ibu untuk menulis dan menghasilkan sebuah buku.
Sebelumnya beliyaun hanya menulis untuk tugas-tugas kuliah
maupun untuk tugas dinas. Tidak pernah terpikirkan bahwa saya bisa menulis.
Terlintas ketakutan setiap akan menulis. Dan akhirnya, beliyau telah berhasil mengalahkan ketakutan dari diribeliyau
sendiri. Ketakutan itu ternyata
merendahkan potensi beliyau untuk
menulis.
Beliyau yakin kita hebat hebat yang ada di kelas ini
pasti juga mampu menjadi PEMENANG DENGAN
MENERBITKAN TIDAK HANYA 1 buku namun puluhan buku.Aamiin.
ketakutan yang beliyau rasakan ketika menulis buku
adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut ssalah dalam menyampaikan
pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Ketakutan
itu yang sering kali membuat beliyau merasa konyol dengan hanya duduk
berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.
Beliyau yakin kita tidak mempunyai perasaan yang beliyau rasakan. Akhirnyabeliyau singgah di Kelas
menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat,
salah satunya adalah Prof Eko.
Saya juga menjadi peserta seperti halnya Bapak Ibu saat ini.
Di awal masuk kelas Om Jay, saya bahkan belum mempunyai blog. Kelas ini yang
mengharuskan saya mempunyai blog untuk wadah menulis.
Dan cahaya untuk berkarya berasal dari diri saya sendiri.beliyau
yang minder untuk menulis, menjadi
berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan.
Bapak ibu jangan sampai menjadikan kegiatan menulis, sebagai
contoh menulis resume kelas Om Jay menjadi sebuah mimpi buruk.
Namun kegiatan ini adalah langkah untuk menuju sebuah puncak
kesuksesan untuk menjadi penulis yang hebat.
Bapak Ibu penulis hebat.
Prof. Ekobeliyau ibaratkan sebagai seorang Master Chef
yang memberi kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah
menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing
peserta. Bahan masakan yang disediakan Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof
EKOJI Channel. Seperti yang disampaikan
Prof Eko, Bapak Ibu bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan,
cerita, atau sesuatu yang dikuasai dan
dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk
buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Saya memiliki buku,
Bapak Ibu juga memiliki buku, NAMUN buku tersebut MASIH belum lahir.
Judul buku yang sangat terkenal ini seperti menusuk jantung
kita. Is there a book inside you? Jawabannya YES. Sekian purnama telah kita
lalui, pasti banyak warna yang melintas di kehidupan kita. Dan itu adalah buku
yang belum kita lahirkan. Dan cover buku ini yg juga menjadi salah satu booster
saya untuk menulis. Terimakasih ibu. Buku ini menjadi rujukan penulis pemula.
Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak
kejadian entah itu pahit atau manis
mengukir perjalanan hidup kita.
Jadi, semua tergantung pada individu
masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak.
Atau hanya
dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk
obrolan
Atau hanya
jadi status whatsapp atau jadi instastory yang berlalu begitu saja.
Ibu yang hebat, menulis bukanlah keterampilan yang mudah.
Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa,
menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah
berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan
menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan
buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.
Sebelum
menulis buku, kita harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis.
Alasan saya
ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:
1. Mewariskan ilmu lewat buku.
2. Ingin punya buku karya sendiri yang
bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
3. Mengembangkan profesi sebagai
seorang guru.
Kutipan terkenal dari Imam
Ghazali dan Pramoedya Ananta Toer menjadi penguat mengapa beliyau ingin
menjadi penulis. Keinginan kuat ternyata
mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik
dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Pikiran menjadi penulis mengantarkan saya
mengikuti kelas-kelas menulis (salah satunya kelas Om Jay dan tantangan menulis selama 1 minggu bersama
Prof. Eko.
Bapak Ibu penulis hebat,malam ini kita membahas buku
nonfiksi. Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku
disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.Contoh:
Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun
secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan
bab yang dalam hal ini antarbab setara)
Pola yang
saya pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga
yakni Pola Klaster.
Proses penulisan buku terdiri dari 5 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Langkah Pertama Pratulis
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
Semua hal di sekitar bisa menjadi inspirasi Bapak Ibu untuk
menulis sebuah buku.
Tema yang saya angkat di buku saya adalah pendidikan. Ide
berasal dari berita di media massa,
mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel
dengan judul Digital Mindset
Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari
literasi di internet. Pada saat saya menulis di awal pandemi Covid-19, jadi
semua referensi berasal dari internet.
Referensi
berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.
Referensi terdiri
dari :
1 .
Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampi
lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3.
Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;
4. Penemuan
yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap
berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui
untuk melanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1
Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam
Berinternet
BAB 2 Media
Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3
Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada
Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4
Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5
Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi
Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital
Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet
+62
Ini adalah
daftar isi buku yang saya tulis.
Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat,
saya mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau
(https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)
Pak Yulius juga merupakan alumni gelombang 8 dan saya yakin
beliau juga akan memberikan materi kepada Bapak Ibu. Langkah beliau sangat mujarab untuk menulis
sebuah buku.
Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi
dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata
secara otomatis.
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL,
minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Langkah
kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip beba
Langkah ketiga
Merevisi
Draf
1. Merevisi sistematika/struktur
tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah
Langkah
keempat
Menyunting
naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Pertanyaan
yang muncul pasti apakah tidak ada hambatan ketika menulis? Banyak sekali Bapak
Ibu
Hambatan-hambatan
dalam menulis
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis
Bagaimanakah
cara mengatasinya?
1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan
sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini
menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobimemasak)
Ilmu yang sangat luar biasa semoga kita semua
bisa mengamalkannya dan tidakragu lagi
untuk memulai menulis.
silahkan mampir dan berikan krisan syukron
BalasHapusLuar Biasa. Mantap Pak. Smg tetap sehat wal afiat senantiasa dlm lindungan Allah Swt Tuhan YMK seklg. Salam Sukses selalu. Aamiin ya Mujiibas Saailiin.
BalasHapusAmiiin terima kasih
BalasHapus