LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTIMATIS
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI ANGKATAN 22
PERTEMUAN KE 16
NARA SUNBER : Yulius Roma Patandean, S.Pd
MODERATOR : Dael Ma'ruf
PENULIS : Abdul Gofur S.Ip M.Pd
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَجَارِيَةٍ، إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَة،ٍ
Yulius Roma Patandean, S.Pd. lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) dan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja (2019-2021).
Tahun 2007-2015 mengajar di SMAN 9 Tana Toraja. Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia.
Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympics PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021.
Buku-buku yang telah ditulis: Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020); Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020); Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020); Antologi Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah (Penerbit Tata Akbar, 2020); Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020); Tetesan Di Ujung Pena (Penerbit Eduvation, 2021); Merajut Asa Di Badai Korona (Penerbit Gemala, 2021), Flipped Classroom: Membuat Peserta Didik Berpikir Kritis, Kreatif, Mandiri, dan Mampu Berkolaborasi dalam Pembelajaran yang Responsif (Penerbit ANDI, 2021), Metode Belajar Online: Kiat Sukses dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (YPTD, 2021); Antologi Cerpen Nostalgia (Catatan Pena, 2021); dan Media Komputer Dalam Pembelajaran (Universitas Terbuka, 2021); CLBK (Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten) Tips, Cara, Metode dan Strategi Menulis (YPTD, 2021).
- Pertama Tuliskan apa yang terlintas di kepala, walaupun hanya 3-5 kalimat saja, lalu mentok. Tulis dan simpan. Tambahkan judul/subjudul menggunakan metode di video.
- Kedua Lengkapi naskah dengan gambar orisinil (jepretan sendiri). Gambar membantu kita menyampaikan ide. Contoh pada gambar di naskah CLBK. Di buku ini. 98% gambar pemanis naskha saya berasal dari kegiatan harian saya. Ini juga membantu saya tidak terkena klaim hak cipta.
- Ketiga Hubungkan judul demi judul yang memiliki keterkaitan di fase editing. Tambahkan dan kurangi jika memungkinkan. Tidak menutup kemungkinan muncul judul baru dari pengalaman harian bapak. Seperti Judul saya di gambar. Semoga memb
- Seleksi kata atau kalimat judul.
- Klik tombol Styles di Menu.
- Pilih jenis judul yang sesuai hirarki paragraf.
Bisa kamu lihat, langkahnya jauh lebih sederhana dibanding kamu mengatur font satu per satu.
Tapi bagaimana kalau kamu tidak suka jenis font, ukuran, dll yang ada di sana?
Ubah gaya judul sesuai keinginanmu
Tentu saja kamu bisa mengubah huruf di semua judul sesuai keinginanmu. Hal itu kamu lakukan di Styles Pane.

Di tab Home di Menu, tekan tombol Styles Pane (biasanya di bagian kanan). Akan muncul panel dengan berbagai informasi dan fungsi pengaturan tulisan di sana.
Centang atau aktifkan ‘Show styles guides‘ untuk melihat kode warna untuk bagian di paragraf. Kode itu sesuai dengan gaya tulisan atau gaya judul di panel. Jadi kamu bisa melihat judul apa dengan gaya apa di halaman.

Cara mengubah gaya tulisan judul di Styles Pane
- Klik salah satu gaya tulisan, misalnya Heading 1.
- Dari dropdown menu yang keluar, pilih ‘Modify Style‘.
- Di jendela yang muncul, atur font sesuai keinginanmu.
- Klik OK.

Kalau kamu membuat judul sesuai dengan pengaturan Heading 1, Heading 2, dst dengan benar. Ketika kamu mengubah gaya di Styles Pane, maka semua judul yang menggunakan pengaturan tersebut akan berubah secara otomatis.
Dengan demikian, kamu tidak perlu mengatur judul yang ada di karya tulismu satu persatu.
—
Kalau kamu menulis hanya beberapa halaman, cara “manual” tentu saja tidak bermasalah. Tapi bayangkan kalau kamu membuat karya tulis dengan banyak bab dan banyak bagian di dalamnya. Berapa lama yang perlu kamu lakukan untuk mengedit judul satu persatu?
Dengan cara ini, kamu bisa menghemat banyak waktu dan tenaga. Termasuk kalau kamu ingin membuat gaya sendiri.
dan lebih jelasnya mari kita simak vidio sebagai berikut
setelah ada judul bikin prakata atau kata pengantar.
Lalu apa perbedaabn Prakata dengan kata pengantar?
Perbedaan prakata dan kata pengantar memang sekilas sama. Tetapi dari esensinya jauh berbeda. Jadi kata pengantar dapat ditulis oleh orang lain. Buat Anda yang sering membaca buku, pasti di lembar awal-awal buku ada kata pengantar yang kadang ditulis bukan penulis bukan? Tetapi ditulis oleh pihak penerbit, ada pula ditulis oleh orang yang berkompetensi di bidang yang sama.
Dari segi isi yang disampaikan, kata pengantar secara garis besar fokus pada isi buku yang dibahas penulis. tentu saja apa yang ditulis di kata pengantar tidaklah terlalu detail.Cukup sekilas dan cuplikannya saja. karena sifatnya hanya sebatas memberikan gambaran kepada calon pembaca buku. Disamping itu, juga sebagai media persuasi penulis ke calon pembaca buku itu sendiri.
Bisa juga disampaikan sebagai ajang untuk mengenalkan maksud dan tujuan dari penerbit buku menerbitkan buku tersebut. Termasuk pula bisa diperuntukan untuk menyampaikan kelebihan dari buku tersebut dibandingkan buku-buku lain yang sudah beredar di pasaran.
Kasus-kasus tertentu, kata pengantar lebih dikhususkan pada penulis atau peneliti yang memiliki pakar di bidangnya. Atau bagi penulis yang memang ahli dibidangnya, karena materi yang dibahas relevan dengan skill atau jurusan pendidikan.
Tahukan Anda jika kata pengantar memiliki istilah sebutan lain, yaitu sebagai kata sambutan. Terkait dengan fakta teknis penulisan kata pengantar ternyata tidak boleh diedit sembarangan orang. Jika ingin mengedit secara konten dan tujuan isi, maka wajib mendapatkan izin terlebih dahulu dari penulisnya.
Secara teknis kata pengantar boleh diedit tanpa meminta persetujuan penulis, apabila yang diedit sifatnya ringan, seperti salah ejaan, tata kalimat ataupun salah ketik. Bahkan semisal Anda diminta untuk menuliskan kata pengantar, selain bentuk dari penghormatan, juga menjadi tantangan.
Kok tantangan? Iya karena penulisan kata pengantar tidak seperti menulis testimoni ataupun menuliskan endorsement, tetapi Anda harus benar-benar mendalami buku dan pembahasan tersebut. dari segi penulisan yang disampaikan pun juga umumnya lebih panjang, karena lebih mendalam dan menyeluruh. Bahkan, banyak pula panjang kata pengantar ada yang panjang sekali.
intinya jika kita ingin menerbitkan buku sedangkan naskahnya belum siap minimal siapkan judul, sub judulnya. ketika disetting sistematis, akan selalu mengundang kita untuk melengkapi naskahnya. Mengapa? karena naskah kita memiliki gambaran umum kerangkanya.
Alhamdulillah, terima kasih kepada bapak Yulius yang telah memberikan pencerahan kepada kita dengan ilmu yang disam[paikan kepada kita semua, semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan keberkahan. dan kita bisa mengamalkan ilmu yang peroleh pada malam ini, dan juga terima kasih kepada pak Dail yang membersamai kita dibelajar menulis malam ini semoga pak Dail selalu diberikan kesehatan dan keberkahan juga Amiiiin, terima kasih jazakumullah.
silahkan bapak ibu mampir dan berikan masukan saran dan kritik terima kasih
BalasHapus