MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANA
PELATIHAN
GURU MOTIVATOR LETERASIDIGITAL (G M L D)
Pertemuan
ke :1
Hari/Tanggal : Senin 01 November 2021
Moderator :
Dail Ma’ruf M.Pd
Nara
Sumber : Wijaya Kusuma S.Pd M.Pd
Penulis Resume : Abdul Gofur S.Ip M.Pd
Assalamu’alaikum. Om Jay apa kabar? Pak Dail Ma’ruf membuka belajar guru
motivator leterasi Digital malam ini senin, 01 Nivenmber 2021 . Wa’alaikum
salam Alhamdulillah baik,”jawab Om Jay..
,” alhamdulillah jika demikian, senang rasanya
ketemu lagi dengan Om jay. semoga kita semua selalu sehat dan diberikan
kemudahan,” pak Dael MaI ruf melanjutkan pembicaraannya. sore ini kita akan
belajar bersama Bapak Bloger Indonesia Bapak Wijaya Kusuma atau disapa Om Jay. Subhanallah
sore ini hujan sangat deras mengguyur bumi lubang buaya cipayung Jakarta Timur
pohon dan ranting semua basah semua.
Dari kemaren setelah acara pembukaan belajar MOTIVATOR LETERSI DIGOTAL
yang di asuh oleh Om Jay hatiku terus berdebar menunggu saat kapan dimulai hari
pertama belajar secara daring yang akan ditemani oleh moderator yang hebat yaitu
bapak Dael Ma’ruf dan Nara Sumber yang luar biasa yang bercita – cita melahirkan
1000.000 bloger. Cita cita yang sangat mulya itu dibuktikan dengan membuka
kelas kelas belajar menulis, kelas belajar berbicara dan kelas guru motivator
leterasi digital, semuanya bertujuan mulya, untuk mengangkat hargkat derajat para
guru, harapannya dengan bekal keterampilan yang Om Jaay ajarakan para guru bisa
menambah inkam dan makin sejahtera. Semoga tujuan yang mulya ini mendapat ridlo
dari Allah dan semoga Om Jay dan seluruh keluarga dan guru guru kita semua di
kelas ini selalu mendapatkan rohmat, ridlo, keberkahan dalam segala hal.
Dan Tema pada malam hari ini
adalah MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK. Yang akan disampaikan oleh
Tokoh bloger Indonesia yaitu bapak Wijaya Kusuma yang akrab dipanggil Om JAy beliyau akan membimbing kita selama 2
jam kedepan mulai dari pukul 16.00 – 18.00 WIB. Setelah pak dael mempersilahkan
Om Jayme masuk kelas. Diiringi dengan sambutan yang meriah oleh seluruh
peserta, Setelah Om Jay masuk kelas belajar
motivator leterasi digital pertemuan pertama pada malam ini. Beliyau mengucapkan
dan menyapa seluruh peserta, malam pesertanya membludak luar biasa lebih dari
1500000 dari 6 group, pencapaian yang luar biasa, sebelum masuk ke matri beliyau molontarkan pertanyaan, Bagaimana cara
membangun tempat yang aman untuk anak dalam bermedia digital? Pertanyaan inilah
yang akan omjay sampaikan sedikit demi sedikit kepada anda semuanya. Semoga
bisa disimak dengan baik dan kemudian mengikat ilmunya dengan cara
menuliskannya di blog masing-masing.
Sesi materi akan di batasi sampai
pukul 17.00 dan sisanya untuk tanya jawab. Beliyau mengajak kita untuk
mengunjungi materi yang ditulis oleh Om Jay di kompasiana Materi ini sebenranya
sudah pernah saya tuliskan di kompasiana.com/wijayalabs, tapi buat anda yang
kesulitan akses internet, mungkin link ini bisa anda simpan dan baca, https://www.kompasiana.com/wijayalabs/6111607f6e7f01435744e732/membangun-digital-space-yang-aman-pada-anak?page=all#sectionall.
Buat kawan-kawan yang belum ikut acara webinar dan openceremony kegiatan
ini, bisa membaca di
https://wijayalabs.com/2021/10/29/rekaman-acara-webinar-guru-motivator-literasi-digital/
Selanjutnya kita simak sejenak tentang apa tujuan dari kegiatan kita ini
di link di atas, ada 4 tujuan dari GMLD ya om Jay. Ada 4 hal dalam literasi
digital yang harus kita kuasai, sehingga kita bisa menyampaikannya kepada
peserta didik kita, yaitu
- kecakapan digital,
- budaya digital,
- etika digital dan keamanan digital
Apa itu kecakapan digital? Materi pertama ini masuk dalam wilayah materi
keamanan digital untuk anak, khususnya peserta didik kita dan anak-anak kita di
rumah, kecakapan digital, buadaya digital, etika digital dan kemanan digital,
dapat anda baca di gmabr di atas.
Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak, bagaimana kita
membangunnya? caranya adalah
- Pertama kita mengajak anak untuk memahami
perkembangan dunia digital yang terus berkembang
- Kedua kita
harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital
- Ketiga, Kita harus menyadarkan anak tentang
apa saja resiko kejahatan pada anak dan
- Keempat bagaimana cara aman dan nyaman
beriunternet bersama keluarga tercinta
Ini menarik
nih...saat pandemi covid, kedekatan anak
pada gedjet tampaknya lebih dekat daripada ke ayah bundanya. Gimana cara
memberikan kesadarannya? Anak-anak kita adalah anaka-anak kelompok yang rentan
terhadap berbagai kejahatan digital. Tidak semua orang tua ada dalam dunia
digital kita. Salah satunya adalah jangan biarkan anak-anak kita mengumbar data
pribadi di media digital atau media sosial. Betul, dan itu semua tugas kita
sebagai guru dan orang tua, tugas guru sangat berat karena , tugas ke anak di rumah juga ke murid di
sekolah..Biar aman apa langkah kita pada anak?
-
Ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital
dengan baik dan benar, membuat mereka menjadi korban kejahatan media digital.
Bahkan banyak juga orang dewasa yang menjadi korbannya. Kita harus mulai
belajar di media digital dan usahakan sudah membuka website
https://literasidigital.id.
Saat ini, telah terekspos konten
pornografi yang muncul tidak dengan sengaja saat anak mengakses media sosial.
Orag tua dan guru harus mampu menjadi pemandu buat anak dan peserta didiknya
Kalau akses internet di tempat anda cepat, anda
bisa membuka link video ini, https://literasidigital.id/video-literasi-digital/
baiklah Om Jay, kita kunjungi dulu
bagaimana kita mandu anak dan murid supaya tidak kena bahaya dampak
negatif dari konten gadjet
- Banyak orang saat ini tidak emmahami bahkan
tidak peduli akan bahaya yang dapat mengancam anak-anak kita. Itulah mengapa
kami membuka kelas GMLD, walaupun kominfo juga telah melaksanakan berbagai
webinar literasi digita secara masif di setiap kota dan kabupaten setiap hari
di internet
Kominfo melakukan, dan kita bantu supaya makin banyak yang faham betapa
penting MELEK Literasi Digital...
Kita terkadang dengan mudah saling berbagi informasi termasuk data yang
sifatnya pribadi kepada orang yang baru dikenal. Akibatnya data privasi dapat
disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi bila mereka
masih anak-anak.data privasi kita dengan mudah diperjual belikan oleh mereka
yang tdk bertanggung jawab di media digital, bisa untuk menipu , memeras dan
seterusnya... mengerikan juga ya?
Dari hasil survey Google bersama Trust dan Safety research pada bula
Februari 2021, ada 51 % orang tua di Indonesia merasa khawatir tentang keamanan
digital anak. Bahkan ada 42 % orangtua mengkhawatirkan 3 hal yaitu keamanan
informasi anak, anak-anak menerima konten yang tdk pantas, dan anak-anak
menerima perhatian dari orang yang tdk dikenalnya. kalau tidak waspada...Anak
kita bisa hancur masa depannya...
Itulah mengapa kita harus membangun tempat yang aman dan nyaman untuk
anak-annak kita dalam bermedia digital. Resiko kejahatan di ruang digital pada
anak yang sering terjadi adalah
. kecanduan games,
. cyberbully,
. pelanggaran privasi,
. kejahatan seksual dan lain-lain
Coba anda baca berita ini, https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya
Sub Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja,
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budiyanti mengatakan ada
11 gejala bagi anak yang mengalami kecanduan gadget dalam Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) V. Beberapa di antaranya bisa
dikenali dari perilaku sehari-hari.
"Anak main game untuk melarikan diri dari
ketidak nyamanan. Kemudian yang kedua jam pemakaian game sudah tidak
proporsional," ujar Lina saat ditemui di Cisarua, Selasa (15/10/2019) Baca
artikel detikHealth, "Ratusan Anak di Jabar Masuk RS Jiwa karena Kecanduan
Ponsel, Iniciri - cirinya
Ini
Ciri-Ciri Kecanduan Gadget dan Tips Mengatasinya
Orang yang kecanduan gadget (gawai) mungkin
tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengalami masalah kesehatan akibat terlalu
sering menggunakan benda tersebut. Padahal, dampaknya tidak main-main. Kecanduan gadget bisa
meningkatkan risiko terjadinya gangguan emosi, nyeri leher, sulit
beraktivitas, kurang tidur, hingga penyakit tertentu.
Kecanduan gadget berkaitan erat dengan
kecanduan internet. Hal ini karena kebanyakan tontonan, permainan (game),
atau fitur menarik di gadget yang sering digunakan dapat
dengan mudah diakses melalui internet.
Menurut para ahli, kecanduan gadget bisa
menyebabkan efek euforia yang sama dengan perilaku kecanduan lainnya, seperti
berjudi atau melihat tontonan pornografi. Berdasarkan
hasil penelitian, kecanduan gadget dapat mengubah zat kimia otak yang pada
akhirnya memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan perilaku seseorang.
Ciri-Ciri Kecanduan
Gadget
Seseorang dikatakan sudah kecanduan gadget apabila sebagian
besar waktunya dihabiskan untuk menggunakan gadget, seperti smartphone,
tablet, laptop, atau portable gaming device. Istilah untuk kondisi
ini adalah nomophobia (no mobile phobia), yang berarti
ketakutan untuk aktivitas sehari-hari tanpa smartphone maupun
gadget dalam bentuk lainnya.
Anda dapat mengukur tingkat kecanduan terhadap gadget dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apakah Anda sering merasa tidak
nyaman jika gadget tidak bersama Anda?
- Apakah Anda merasa keberatan
atau enggan jika tidak memegang gadget, meskipun hanya sebentar?
- Apakah Anda sering menggunakan
gadget di waktu makan?
- Apakah Anda kerap memeriksa
status atau unggahan (posting) pada gadget di tengah malam?
- Apakah Anda lebih sering
berinteraksi dengan gadget daripada dengan orang lain?
- Apakah Anda menghabiskan banyak
waktu untuk membuat cuitan di Twitter, membalas
status-status di Facebook, atau mengirim surel menggunakan gadget sebagai
bentuk komunikasi kepada orang lain?
- Apakah Anda lebih sering
bermain gadget, padahal Anda tahu bahwa seharusnya Anda bisa melakukan hal
lain yang lebih produktif?
- Apakah Anda berkencenderungan
untuk menggunakan gadget, padahal sedang sibuk denngan tugas
sekolah atau pekerjaan kantor?
Jika jawabannya lebih banyak “ya”, maka Anda dapat dikatakan
mengalami kecanduan gadget.
Dampak
Kecanduan Gadget
Siapa pun yang
kecanduan gadget dapat mengalami berbagai efek buruk, tidak peduli usia dan
profesinya. Beberapa dampak yang dapat muncul akibat kecanduan gadget adalah:
Efek
fisik
Beberapa dampak negatif pada kesehatan fisik akibat kecanduan
gadget adalah:
1.
Masalah pada mata
Karena terlalu lama menatap layar gawai, mata bisa menjadi
bermasalah. Beberapa masalah pada mata yang berisiko terjadi pada pecandu gadget adalah mata lelah, mata kering,
dan penglihatan terganggu.
2. Nyeri di bagian tubuh tertentu
Orang yang sudah kecanduan gadget mungkin tidak menyadari bahwa
lehernya sering tertekuk dan jari-jari tangannya tidak berhenti mengetik di
layar gawainya. Hal ini membuat mereka rentan mengalami sakit
leher, nyeri bahu, serta nyeri pada jari-jari dan pergelangan
tangan.
3. Infeksi
Layar gadget adalah sarangnya jutaan kuman. Bahkan ada riset
yang menyatakan bahwa kuman E.coli penyebab diare paling
banyak ditemukan pada gadget. Hal ini membuat orang yang sering bersentuhan
dengan gadget lebih berisiko terkena infeksi.
4. Kurang tidur
Pecandu gadget sering kali rela begadang, sehingga kualitas dan
waktu tidurnya berkurang. Jika dibiarkan berkepanjangan, hal ini dapat
menyebabkan gangguan tidur. Masalah
kesehatan ini bisa meningkatkan risiko terjadinya obesitas, diabetes, penyakit jantung,
bahkan infertilitas.
Karena kurang tidur, pecandu gadget akan sulit
berkonsentrasi dan mengalami kelelahan sepanjang hari. Hal ini dapat
meningkatkan risiko cedera atau kecelakaan saat bekerja atau menyetir.
Efek
psikologis
Tak hanya masalah fisik, kecanduan gadget juga dapat menyebabkan
masalah psikologis, yaitu:
- Menjadi lebih mudah marah dan
panik
- Fear of Missing Out (FOMO)
- Stres
- Sering merasa kesepian karena
berjam-jam menghabiskan waktu tanpa bersosialisasi dengan orang lain. Hal
ini dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi dan gangguan kecemasan
- Sulit fokus atau berkonsentrasi
ketika belajar atau bekerja
- Masalah dalam hubungan sosial,
baik dengan keluarga, teman, rekan kerja, atau pasangan
Bijak
dalam Menggunakan Gadget
Berikut ini adalah tips yang dapat Anda terapkan agar bisa lebih
bijak dalam menggunakan gadget dan terhindar dari risiko kecanduan:
- Tidak menggunakan gadget ketika
sedang berjalan, apalagi saat mengoperasikan kendaraan bermotor. Hal ini
dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Tepikan kendaraan dan
berhentilah sejenak jika Anda merasa ada notifikasi penting.
- Atur dan batasi waktu
penggunaan gadget, misalnya maksimal dua atau tiga jam sehari. Jika
pekerjaan mengharuskan Anda untuk menggunakan gadget, maka cobalah cari
aktifitas lain yang tidak mengunakan gadget setelah selesai bekerja.
- Tidak menggunakan gadget ketika
sedang makan bersama atau saat acara keluarga. Utamakan bentuk komunikasi
secara langsung agar Anda dan keluarga dapat menikmati kebersamaan dan
tetap menjalin kedekatan.
- Tentukan area bebas gadget,
misalnya tidak menggunakan gadget ketika berada di kamar mandi, dapur,
atau kamar tidur.
- Ganti waktu penggunaan gadget
dengan aktivitas yang lebih sehat, misalnya berolahraga atau membaca buku.
- Jangan bermain gadget ketika
akan tidur.
Tips-tips di atas juga dapat diterapkan kepada anak-anak di
rumah agar kebiasaan ini tidak mengganggu aktivitas belajar dan prestasi
akademiknya.
Untuk mengurangi dan mengatasi kecanduan gadget,
memang diperlukan kedisiplinan. Namun, hal ini penting untuk menjaga kesehatan
dan keselamatan diri Anda serta orang lain.
Apabila Anda masih juga sulit terlepas dari
ketergantungan pada gadget, terutama jika hal ini sudah menimbulkan kesulitan
dalam menjalani aktivitas dan pekerjaan sehari-hari, sebaiknya Anda berkonsultasi ke psikolog atau psikiater
untuk mendapatkan bantuan.
Orang tua harus peka dengan tingkah laku anaknya yang gemar
bermain game di gadget. Jangan sampai, anak mengalami kecanduan yang berdampak
terhadap kesehatan psikologisnya.
Hal yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan seksual pada
anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak
ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setiap tahunnya. Kita sebagai
orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi
digital.
Beritanya ada di https://id.theasianparent.com/child-grooming, semoga
akses internet anda cepat sehingga bisa membuka link beritanya.
Mari kita lihat beritanya
. Web Rujukan Digital Parenting
• literasidigital.id (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi
digital
yang dapat di unduh secara gratis)
• Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet
yang sehat)
• Sahab keluarga.kemendikbud.go.id (artikel, modu, video terkait isu parenting)
• fosi.org (beragam panduan dan tools pengembangan digital parenting
• beinternetawesome.withgoogle.com
Bagimana supaya anak-anak kita aman dalam bermedia digital atau
mengakses internet?
Silahkan anda mampir ke berbagai website yang omjay bagikan, dan
nampaknya anda perlu duduk sebentar untuk membaca sedikit demi sedikit web rujukan
digital parenting. Semoga ada waktu untuk membacanya. Hal -hal yang harus di jauhi :
• Tidak memberikan nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah kepada orang yang baru dikenal
• Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak
masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link
sembarangan
• Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah
diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan
menggunakan two step authentication
• Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk
mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat
kita rawan jadi target kejahatan digital.
• Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital
Assalamu'alaikum ...
Izin bertanya Saya Anita dari Bekasi.
Tadi saya membaca materi "Keamanan Anak di Dunia Digital"
salah satunya telah terekspos konten pornografi yang muncul tidak sengaja saat
mengakses media sosial.
Pertanyaan saya, bagaimana saya harus bersikap atau bertindak ketika
sedang mengajak murid-murid memutar lagu-lagu wajib di youtube dengan memakai
infokus tiba-tiba konten pornografi muncul?
Terima kasih
Aman Berinternet Bersama Anak
• Jaga Komunikasi dengan anak
• Bekali diri dan terus belajar
• Gunakan fitur dan aplikasi untuk menjaga keamaanan anak di internet
• Buat aturan bersama dan terapkan konsekuensinya
• Menjadi teman, ikuti anak di media sosial dan jangan berlebihan
• Jelajahi, berbagi dan bermain bersama anak
• Jadilah teladan digital yang baik
kita tetap rileks dan jangan panik, sampaikan kepada mereka bahwa duni
digital begitu terbuka, kita harus waspada jangan sampai terpapar pornografi.
Inilah pentingnya kita sebagai orang tua dan guru untuk menjadi pemandu bagi
anak-anaka kita.
Web Rujukan Digital Parenting
• literasidigital.id (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi
digital
yang dapat di unduh secara gratis)
• Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet
yang
sehat)
• Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id (artikel, modu, video terkait isu
parenting)
• fosi.org (beragam panduan dan tools pengembangan digital parenting
• beinternetawesome.withgoogle.com
Bagimana supaya anak-anak kita
aman dalam bermedia digital atau mengakses internet? Seabiknya kita mulai,
• Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti nomor telepon,
passport/KTP, password, dan alamat rumah
• Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal, jauhi
phising dengan tidak meng-klik link
sembarangan
• Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas baik
untuk akun maupun gawai, biasakan menggunakan two step authentication
• Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah
terbentuknya rekam jejak yang membuat
kita rawan jadi target kejahatan digital.
• Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital
Tadi saya membaca materi "Keamanan Anak di Dunia Digital"
salah satunya telah terekspos konten pornografi yang muncul tidak sengaja saat
mengakses media sosial.
Pertanyaan saya, bagaimana saya harus bersikap atau bertindak ketika
sedang mengajak murid-murid memutar lagu-lagu wajib di youtube dengan memakai
infokus tiba-tiba konten pornografi muncul?
Terima kasih
Aman Berinternet Bersama Anak,
• Jaga Komunikasi dengan anak
• Bekali diri dan terus belajar
• Gunakan fitur dan aplikasi untuk menjaga keamaanan anak di internet
• Buat aturan bersama dan terapkan konsekuensinya
• Menjadi teman, ikuti anak di media sosial dan jangan berlebihan
• Jelajahi, berbagi dan bermain bersama anak
• Jadilah teladan digital yang baik
Kita tetap rileks dan jangan panik, sampaikan kepada mereka bahwa duni
digital begitu terbuka, kita harus waspada jangan sampai terpapar pornografi.
Inilah pentingnya kita sebagai orang tua dan guru untuk menjadi pemandu bagi
anak-anaka kita.
bismillah, om jay bagaimana caranya menghentikan anak kecanduan bermain
game dan bagaimana cara agar anak tidak bermain game
. Kitasebagai orang tua wajib memberikan keteladanan. Ajak anak
beraktivitas di luar rumah misalnya dengan bermain bola dan hobi yang mereka
minati. Biar bgm pun game ada sisi positifnya juga. Dalam games mengajarkan
anak menjadi seorang pemenang.
: • Bantu memberikan konten yang baik atau bagus
• Pengingat penggunaan screen
• Salah satu wadah komitmen keluarga
• Mengetahui dimana posisi anak
berada
• buat WA Group keluarga atau Manfaat Family Link Apps
Kesimpulan:
• Orang tua harus sebagai rule
model
• Dampingi anak saat mengakses internet
• Batasi waktu atau durasi penggunaan gadget
• Diskusikan tentang resiko atau dampak buruk dari penggunaan gadget
yang berlebihan
• Risiko kejahatan ruang digital bisa diatasi dengan kecakapan literasi
digital
• Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga harus lebih cermat dan bijak
dalam ruang digital
Sering kali teknologi digital atau hp android selalu berkembang pesat.
Bagaimana cara kita mengimbangi nya sehingga kita bisa melihat beberapa
konten di hp mereka?
Orang tua harus peka dengan tingkah laku anaknya yang gemar bermain game
di gadget. Jangan sampai, anak mengalami kecanduan yang berdampak terhadap
kesehatan psikologisnya.
Sub Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja,
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budiyanti mengatakan ada
11 gejala bagi anak yang mengalami kecanduan gadget dalam Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) V. Beberapa di antaranya bisa
dikenali dari perilaku sehari-hari
"Anak main game untuk melarikan diri dari
ketidaknyamanan. Kemudian yang kedua jam pemakaian game sudah tidak
proporsional," ujar Lina saat ditemui di Cisarua, Selasa (15/10/2019)
Lina mengatakan, jam yang dianjurkan tidak lebih
dari dua jam. Ciri-ciri anak yang kecanduan biasanya memainkan gadget lebih
dari enam jam perhari"Kemudian dia harus sampai berbohong untuk bisa pakai
game itu. Kalau tidak main game membuat dia cemas, cemas itu karena tidak
bermain game atau game yang membuatnya cemas, seperti lingkaran setan,"
katanya.
Tiap bulan, RS Jiwa di Jawa Barat menangani
belasan anak dan remaja yang kecanduan ponsel. Foto: Yudha Maulana/detikHealt.
Ia pun menganjurkan orang tua segera
memeriksakan kesehatan mental anaknyakepsikiater jika menemukan gejala dini
tersebut.
"Pasien yang kecanduan bermain game itu,
lebih mementingkan game-nya dari pada melakukan hal postif lainnya. Kalau
anak-anak kan harusnya belajar tapi itu diabaikan," ujarnya.
"Agar mereka bisa lepas dari main game itu
waktunya minimal tiga bulan. Itu merupakan terapi perilakunya untuk memutus
paparan main game-nya," ujar Lina melanjutkan.
Anak mengamuk atau menangis ketika diambil paksa
gadget yang dipegangnya, ujar Lina, hal tersebut juga menjadi pertanda bahwa
anak sudah mulai kecanduan.
Diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Jiwa (RSJ)
Cisarua Provinsi Jawa Barat dalam sebulan rata-rata menangani 11 hingga 12
pasien anak dengan rentang usia 7-15 tahun, dan total saat ini ada ratusan anak
yang ditangani. Mereka disebut mengalami kecanduan ponsel.
"Tidak hanya spesifik kecanduan game, ada
juga karena YouTube. Ada remaja yang menonton YouTube seharian hingga muncul
gejala psikologis," kata Lina.
hal yang
lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan seksual pada anak dengan
modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak ditemukan
sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya. Kita sebagai orang tua
dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.
Grooming
seperti di dokter hewan penitipan kucing .serem banget...
Agar tidak
terjadi hal demikian maka hendaklah orang
-
Orang tua sebagai role model
-
Batasi waktu atau durasi penggunaan gadged
-
Sdiskusikan tentang resiko atau dampak bburuk bagi
penggunaan gadge yang berlebihan
-
Resiko kejahatan digital nbisa diatasi
-
Tidak hanya orang dewasa, anak – anak juga harus lebih
cermat dan bijak dalam ruang digital
Untuk itu mari kita belajar tentang dunia digital agar kita
melek digital dan tidak mudah terkena imbas dari kejahatan diginal. Mendampingi
anak anak kita dalam berdigital.
luar biasa pak Ghafur
BalasHapuslengkap banget
Alhamdulillah terima kasih pak atas komentarnya
BalasHapusMantap pak...., Lengkap
BalasHapusKeren.....Bapak hebat runtut
BalasHapus