Strataegi Menangkal Hoaks
PELATIHAN GURU MOTIFATOR LETERASI DIGITAL 


Pertemuan 5
Rabo, 10 November 2021
Nara Sumber: Heni Mulyati M.Pd
Moderator: Muliadi
Penulis: Abdul Gofur S.Ip.M.Pd

Sore yang ku tunggu karena rindu, ahirnya tiba juga diringi dengan turunnya gerimis rintik rintik, menambah sahdunya sore ini. subhanallah suasana yang biasanya rame kini sunyi, karena penghuni rumah yang ada disekitarku semua mengunci pinta, meminta anak anak mereka untuk tinggal dirumah karena gerimis tak kunjung reda. tugasku mengajar Diniyah malampun ku tutinggalkan demi bertemuan yang ku rindu dialah GMLD ( Guru Motivasi Leterasi Digital) asNara sumber cantik lulusan S2 UNJ yang memiliki segudang prestasi, dan membersamai beliayau moderatot kondang dan tampan yang juga memiliki saabrek-abrek prestasi, semoga belajar malam ini yang dipandu oleh orang orang hebat membawa keberkahan sendiri untuk semua para peserta. 

Sebelum moderator menyerahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan paparannya,beliyau memberikan pendahuluan yang menurut saya sangat luar biasa. betapa saat sekarang diera digital ini informasi itu sangat luar biasa, bisa datang dari mana saja dan kapan saja, Jadi informasi bukan barang langka lagi seperti zaman dulu yang hanya dikuasai oleh beberapa orang saja, sampai-sampai saat itu ada slogan barang siapa bisa mengusai informasi dia akan menguasai dunia, berbeda dengan sekaerang informasi sudag sangat terbuka , siapa saja bisa membuat, menyebarkan dan menerima informasi dengan mudah, namun dibalik kemudahan dan keterbukaan kita harus selalu waspada karena tidak semua informasi itu benar adanya, jadi diera keterbukaan ini antara informasi yanf benar dan yang salah itu bersaing dan sulit untuk m,embedajan mana  yang benar dan mana yang hoaks.

KIta harus benar benar teliti dan mewaspadai dengan informasi yang kita terima benarkah atau hoakskah? itulah perlunya kita teliti dan waspada karena jika informasi itu adalah hoaks maka itu sangat berbhaya, karena bisa menimbulkan perpecahan, menurunkan reputase,seseoranga menimbulkan keraguan  dan opini negatif terhadap seseorang. agar lebih jelas mari kita ikuti paparan dari Nara Sumber kita yang luar biasa ibu HENI MULYATI M.Pd. Sebelum dilanjut kepemaparan materi bapak mederator menyampaikan bio data Nara sumber

Beliau adalah seorang ibu Mudah berparas cantik dengan ilmu dan pengalaman seabrek. Sampai saya tidak bisa mengurainya satu persatu. Beliau adalah Ibu Heni Mulyati, M.Pd

Beliau lahir di Cilacap, 11 Januari 1982, menamatkan pendidikan S1 dan S2 dari UNJ pada bidang bimbingan dan konseling dengan IPK 3,83  dan 3,71 . kerenkan!. Ternyata beliau masih se almamater dengan om Jay.

Itu belum cukup bapak ibu, bu Heni adalah seorang pembicara handal atau narasumber dalam berbagai forum seminar, Pelatihan, konferensi, dan Kursus

Dalam dunia kepenulisan, beliau tercatat sebagai Tim Penulis Buku Informatika untuk SMA kelas X, XI, dan XII penerbit Andi. Koordinator Tim Buku Panduan (Literasi Media: Kurikulum, Panduan Fasilitator, dan Panduan Materi Narasumber) bekerja sama dengan 

Internews dan didukung USAID.

Jurnal ilmiah yang telah diterbitkan, antara lain:

Publikasi Jurnal Pelatihan Keterampilan Sosial untuk Mengatasi Kecemasan Sosial Pada Anak Menjelang Bebas di LPKA dalam Jurnal Edukasi (Jurnal Bimbingan dan Konseling) Vol. 6 Nomor 1 Januari 2020 dengan Nomor ISSN 2460-4917 (edisi cetak), dan (e-Journal) 2460-5794. tahun 2019

Publikasi jurnal: In Search of Indonesiaan-Based Digital Literacy Curriculum through TULAR NALAR.Penulis: S.I. Astuti, H. Mulyati, & G. Lumakto Presented at The 3rd Social and Humaniora Research Symposium 2020 (Sores 2020), Bandung, Indonesia, October 24. tahun 2020

Publikasi jurnal: Constructing TULAR NALAR: A Digital Literacy Curriculum for Specific Themes in Indonesia.Penulis: S.I. Astuti, H. Mulyati, & G. Lumakto Presented at the ICEMC 2021: Rethinking Communication and Media Studies in the Disruptive Era, June 1st. tahun 2021

Demikian sekilas profil narasumber kita sore ini, untuk selengkapnya silahkan anda membaca CV beliau berikut ini. Terlalu banyak 👍👍😄

setelah bapak moderator memperkenalkan ibu nara Sumber beliyau mempersilahkan kepada  ibu nara sumber untuk menyampaikan paparannya, beliyaupun langsung menyambutnya dengan awalan yang baik yaitu ucapan salam kepada kita semua para peserta," Assalamu'alaikum," para pesertapun didepan leptopnya masing - masing serentak menjawab dengan Wa'alaikum salam. dengan dimulai dengan slam dan basmallah semoga belajar kita pada malam hari ini berjalan dengan lancar dan berkah dan ilmu yang kita m [peroleh menjadi ilmu yang manfaat dan barokah fiddini waddunya wal ahiroh .,Amiiin.

Selanjutnya ibu nara sunber menyampaikan pemaparan materinya yang berjudul strategi Menangkal Hoaks, 


Pada pertemuan sore hari ini ada 3 hal yang akan dibahas oleh beliyau

  1.  membahas tentang perkembangaada sesi kali ini. n era digital dan informasi.
  2.  mengenai hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya.
  3. membahas tentang tips periksa fakta secara singkat
Untuk itu mari kita bernostalgia kembali mengingat masa lalu disaat - saat internet belum ditemukan yang saat itu media informasi  sangat terbatas yang  ada hanya radio, TV dan koran cetak. anak anak zaman dulu termasuk saya kalau ingin menonton TV kita harus menunggu selesai nyetrum aki karena listrik malum masuk dikampong saya dan itupun nontonnya dirumah tetangga sangking banyaknya yang nonton sampai- sampai nyetel TV nya dilatar didepan rumah, biasanya itu kalau malam minggu nonton film cerita ahir pekan. eh lagi asik asiknya nonton aki yang dipergunakan  stromnya habis aduh nyeselnya minta ampon karena tidak bisa nonton Film cerita ahir pekan yang sudah ditunggu tunggu selama satu minggu. Begitu juga kalau kita mau nelfon sanak saudara kita harus ngantri ditelpon umum atau diwartel pokoknya saat itu semuanya serba terbatas

Tapi saat ini semua berubah siapapun bisa menjadi pembuat penyebar dan pengguna informasi. dimanapun, kapanpun . Sekarang, semua saluran TV apa pun ada di genggaman. Bahkan banyak juga sosok-sosok yang menjadi milyarder karena mempunya channel Youtube sendiri.

Perubahan teknologi juga berdampak pada masifnya informasi yang diterima. Banyak informasi yang beredar di grup percakapan, baik informasi yang serius ataupun tidak serius. Belum lagi banyaknya grup percakapan yang kita ikuti. Bisa jadi bagi beberapa orang situasi ini tidak nyaman. Ketika banyak informasi yang hadir pada satu waktu. 

 Ada hal lain yang perlu kita sadari, kita semua berada di gelembung-gelembung kelompok informasi. Misal, saya akan memblokir orang yang tidak sesuai dengan ide dan pemikiran saya. Dampaknya lingkaran kita terbatas pada orang-orang yang satu ide saja.


 Selain kemudahan yang diberikan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ada sisi lain yang perlu jadi perhatian bersama, yaitu peredaran hoaks di masyarakat. 

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Mafindo  fakta berdasarkan laporan yang masuk. Terdapat 2.298 hoaks selama tahun 2020. Dilihat dari temanya, politik dan kesehatan menduduki peringkat dua terbesar dibanding tema-tema lainnya. (sumber: Litbang Mafindo).

 Dilihat dari saluran peredarannya, FB, WA, dan Twitter menjadi tempat dimana hoaks banyak beredar. Itulah mengapa penting bagi kita untuk dapat membedakan mana hoaks atau bukan dengan memiliki kemampuan periksa fakta yang cukup.

Ada beberapa situasi yang perlu kita sadari dan waspadai  terkait dengan banjirnya informasi ini. Yaitu:

1. Era Post Truth

2. Matinya kepakaran

3. Filter bubble dan echo chamber

  • Era post truth ditandai dengan ketika suatu fakta diberikan, seseorang cenderung tidak menerimanya. Hal ini lebih dikarenakan emosi yang dominan dan keyakinan pribadi.. Misal, kita sudah percaya dengan si A. Ketika si B memberitahu bahwa ada fakta lain tentang A, kita akan menyangkalnya. Kita sudah yakin si A pasti benar dengan apa pun yang disampaikan.
  • Matinya kepakaran situasi yang perlu kita waspadai. Banyak orang, terutama masa pandemi, memberikan gagasan namun bukan ahli di bidangnya.Misal latar belakang A namun memberikan pandangan tentang bidang lainnya. Atau bukan ahli kesehatan, namun merasa paling tahu bidang kesehatan.
  • Ada istilah lainnya yaitu filter bubble dan echo chamber. Penjelasan ada pada slide.

 Ada hal lain yang perlu kita sadari, kita semua berada di gelembung-gelembung kelompok informasi. Misal, saya akan memblokir orang yang tidak sesuai dengan ide dan pemikiran saya. Dampaknya lingkaran kita terbatas pada orang-orang yang satu ide saja.

dibalik kemjudahan yang diberikan oleh perkembangan teknologi informasi dan komonikasi, ada hal yang harus kita waspadai yaitu peredaran HOaks yang sat sekarang ini sedang marak beredar ditengah tengah masyarakat kita.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Mafindo,  fakta berdasarkan laporan yang masuk. Terdapat 2.298 hoaks selama tahun 2020. Dilihat dari temanya, politik dan kesehatan menduduki peringkat dua terbesar dibanding tema-tema lainnya. (sumber: Litbang Mafindo).

Dengan banyaknya hoaks yang  beredar di FB,WA dan twiter maka penting bagi kita sebagai pengguna FB,WA,Twiter untuk selalu waspada dan juga bisa membedakan mana Hoaks atau bukan dengan cara memeriksa fakta yang ada

Di bagian  kedua ini , kita akan bahas tentang apa itu hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya.

Hoaks sendiri dari asalnya sudah digunakan abad ke-17. Asal kata ‘hocus’. Hocus pocus, mirip dengan sim salabim di sulap.

 Dari sisi pengertiannya, hoaks adalah infomasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar. Mengapa masih ada yang percaya hoaks? alasannya adalah sebagai nberikut diantanya:

1. Kemampuan literasi digital dan berpikir kritis yang belum merata

2. Polarisasi masyarakat

3. Belum cakap memilah informasi dan minimnya kemampuan periksa fakta

 Ada banyak alasan seseorang menyebarkan hoaks. Salah satunya motif ekonomi. Ada orang-orang yang membuat situs tertentu yang isinya provokatif. Ketika orang mengunjungi situs tersebut, maka akan mendapatkan keuntungan ekonomi (click bait). Pembuat dapat uang, kita pembacanya menjadi korbsan karana dari hoaks itumenimbulkan  perpecahan, debat, dan sebagainya. Kita harus terus mewaspadainya karean masih banyak motif yang lainnya yang dilancarakan oleh benmebar hoak demi keuntungan sesaat tanpa memperdulikan akibat dari Hoak yang ia sebarkan itu.

Ada tujuh misinformasi dan disinformasi yang dapat disimak pada tautan di bawah ini.

Misinformasi: informasi salah, penyebarnya tidak tahu kalau itu salah. Umumnya tidak disengaja.

Disinformasi ada unsur kesengajaan.

Simak tautan di bawah ini, sumber dari Youtube Mafindo:

https://www.youtube.com/watch?v=ojCpsFhmSS0

 Berikut contoh hoaks yang mungkin pernah kita  pernah dapat. Ada yang namanya,

  •  satire atau parodi
  • onten palsu, 
  • koneksi yang salah.

Contoh berikutnya konten yang menyesatkan, 

  • konten yang salah, 
  • konten tiruan, 
  • dan konten yang dimanipulasi.

Apa saja ciri-ciri informasi hoaks? cirinya adalah:

  •  Sumber informasi tidak jelas, 
  • biasanya bangkitkan emosi,
  •  kelihatan ilmiah namun salah,
  •  isinya sembunyikan fakta, 
  • dan minta diviralkan. 

Mafindo rekomendasikan untuk sumber informasi gunakan rujukan media kredibel atau anggota Dewan Pers. Atau sumber dari lembaga resmi terkait.

 Apa dampak dari Hoaks? Dampaknya yaitu :

  1. Akan timbul perpecahan dan saling curiga antara kita. Selain itu muncul kebingungan bedakan mana yang hoaks dan bukan. 
  2. Dapat pula membuat meninggal seorang karena terlalu percaya dengan informasi yang didapat. Karena percaya hoaks akhirnya terlambat penanganan medis.

Bagian terakhir yaitu babian ketiga, bagaimana cara melakukan periksa fakta singkat.

 Beberapa cara cepat untuk periksa fakta yaitu :

  1. Cari tahu sumbernya lebih lanjut Jika Anda menemukan artikel atau cerita mengejutkan    dari situs web yang sama sekali belum pernah Anda dengar, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek apakah sumbernya itu valid. Pengguna bisa menggunakan tools dari mesin pencari Google untuk mencari informasi lebih lanjut tentang suatu situs dengan meminta Google menghapus hasil penelusuran dari domain tersebut.
  2. Cek apakah gambar digunakan dalam konteks yang benar Kata pepatah, satu gambar bisa bermakna 1.000 kata. Namun, gambar juga bisa diambil di luar konteks atau diedit untuk menyesatkan orang yang melihatnya. Mesin pencari Google memiliki alat untuk menelusuri gambar lebih lanjut, untuk mencari apakah gambar tersebut pernah digunakan sebelumnya, dan dalam konteks apa. Sehingga dapat diketahui jika makna gambar tersebut telah diubah dari aslinya atau tidak.
  3. Lihat liputan berita Jangan terpaku hanya pada satu sumber. Lihat bagaimana dan apakah situs berita lainnya juga mewartakan peristiwa yang sama sehingga Anda bisa mengetahui gabaran besa
  4.  Tanyakan pada pengecek fakta Pengecek fakta mungkin sudah pernah membahas cerita aneh yang Anda dapatkan dari orang lain atau grup chat, sehingga Anda bisa tahu kebenarannya.
  5. Gunakan Google Maps, Earth, atau Street View untuk verifikasi lokasi Cerita bohong tentang peristiwa yang terjadi di tempat yang jauh dapat cepat menyebar karena kurangnya pemahaman kita tentang lokasinya. Jika Anda ingin tahu apakah sebuah foto benar-benar diambil dari lokasi yang diklaim, coba periksa di Google Earth atau lihat Street View lokasinya di Google Maps. (https://katadata.co.id/happyfajrian/berita/6066ce2479076/lima-cara-mudah-deteksi-hoaks-dan-kebenaran-informasi)

Merupakan keharusan bagi kita untuk  bijak menggunakan media digital. Apa yang kita unggah akan tinggalkan jejak. berhati - hatilah. ibu nara sumber menutu pertemuan malam ini dengan mengucapkan salam. waktu dikembalikan ke moderator, sebelum mederator mengahiri pertemuan sori ini beliyau mengingatkan agar kita membuat resumi materi yang disampaikan oleh nara sumber. dan pertemuan sore ini ditutup oleh beliyau dengan membaca Alhamdulillahirobbil'alamin



 

Komentar

  1. Well structured resume.. Keep it up

    BalasHapus
  2. Wah ..pak Gofur resumenya kreatif...,save di word pak ..persiapan jadi buku....bukan hanya antologi ..buku solo pun bisa,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin matur suwun pando'anipon Bu jazakumullah bi ahsanal jaza'

      Hapus
  3. Matur nuwun ibu insyaallah pandonipon

    BalasHapus
  4. Saya baru tahu klo Karya tulis itu pak AG. Semangat pak

    BalasHapus
  5. Kerennn Pak Gofur....salken dr saya Bulek Yanti. Sleman

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini