MENULIS
DIKALA SAKIT
Pelatihan Belajar Menulis PGRI Angkatan 22
Narasumber:
Bapak Suharto,
S. Ag., M. Pd.
Moderator: ibu Hasima Abdi Putri
Penulis: Abdul Gofur S.Ip. M.Pd
pertemuan ke 19
Hari/tanggal, 15 November 2021
Sebelum dimulai
pelatihan belajar Menulis moderator menginformasikan bahwa demi tertibnya
belajar pada sore ini chat ditutup. Dan bagi yang mau berta nya dipersilahkan
untk menghubungi nomer 082121448538.
Semua peserta pelatihan hari ini pasti merasa senag
bercampur dengan deg degan kareana hari ini adalah pertemuan ke 19 itu artinya
satu kali pertemuan lagiu selesai, deg degannya karena doiantara persyaratan
untuk bisa lulus pelatihan ini para peserta harus membuat buku solo, semoga
semua para peserta diberikan kesehatan, kemudahan, dan terus bersemangat
mengikuti pelatihan ini sampai finist
dan bisa memenuhi semua persyratan untuk bisa lulus dipelatihan menulis angkatan
22. Dan kepada semua Narasumber juga
semoga selalu diberikan kekuatan, kesabaran , keberkahan membimbing kami semua
yang benar benar haus akan ilmu pengetahuan semoga ilmu ilmu yang sudah
disampaikan menjadi ilmu yang manfaat dan barokah fiddi waddunya walahiroh.
Hari ini Senin, 15 November 2021 kita harus lebih semangat
lagi menambah amunisi agar lebih dahsyat lagi hasilnya karena walaupu satu
pertemuan lagi berahir tetapi masih ada l10 kali lagi pertemuan tambahan untuk
memupuk motivasi kita semua,” semangatb terus jangan kasih kendor,” kata
moderator.
Seperti biasa,pelatihan
malam ini dibagi menjadi 4 sesi:
1. Pembukaan
2. Penjabaran materi
3. Sesi Tanya Jawab
4. Penutup
Sebelum dilanjut kemateri sebanya kita berdo’a kepad Aallah
menurut agama dan kepercayaan masing masing mudah mudahan belajar kita mala
mini debrikan kemudahan dan keberkahan oleh Allah S.W.T. amiiin.
Tema materi mala mini adlah MENULI DIKALA SAKIT Yang akan dipaparkan oleh Narasumberkita yaitu Bapak Suharto, S. Ag., M. Pd. Beliau akrab dengan sapaan Cing Ato, dan beliyau akan dibersamai oleh Moderator yang luar biasa ibu Hasima Abdi Putri. Sambil menunggu kehadiran bapak Narasimber ibu moderator menyampaikan Currikulum vetae Bapak Suharto, S. Ag., M. Pd
Curriculum vitae
Nama: Suharto (Cing Ato/Cing Ato)
Asal. : Jakarta (
Betawi)
Tugas: MTsN 5 Jakarta
Guru. : Fikih
Menulis
A. Belajar Menulis
1. Pelatihan menulis bersama KSGN Akhir
Desember 2016 di Wisma UNJ Jakarta, selama 3 hari 2 malam.
2. Pelatihan
menulis MWC Media Guru di Cipanas Akhir Desember
2017, selama 3 har i 2 malam
3. Pelatihan
menulis 2017 bersama Om Jay di acara public speaking di Jakarta
4. Pelatihan
menulis 2020 bersama Om Jay angkatan ke 8. ( Dalam kondisi sakit)
5. Pelatihan
Desain cover buku dengan pak Ajhinata (2021)
Narasumber
1. Narasumber pelatihan menulis KSGN PGRI 2021 Gelombang 17
2. Narasumber pelatihan menulis KSGN PGRI 2021 Gelombang 1
B. Menulis Buku
https://youtu.be/tVSJLPutgtU
https://youtu.be/fjpPK_w0Bew
https://youtu.be/uye6FLj30GU
link link diatas adalah berisi video kisah beliyau dari
sebelum dan sesudah mengalami sakit, dan kegitan kegitan beliyau semoga semua
memberikan motivasi bagi kita semua.
Narasumber yang kita tunggu tunggu sudah hadir dan siap
menyampaikan maternya untuk kita semua, dan ibu moderator langsung
mempersilahkan beliyau untuk memulai pemaparan materi, dan Bapak Suhartopun
langsung memanfaatkan waktu yang diberikan oleh ibu moderator, dengan ucpan
salam dan ucapan ribuan terima kasih kepada Om Jay yang telah memberikan
kesempatan ketiga kalinya bergabung bersam sama kita semua dalam pelatihan
menulis gelombang ke 22 dan ucapan terima kasih kepada moderator yang
membersami beliyau yaiyu ibu HAsima Abdi Putri. Dan beliyau mendo’akan kita
semua semoganya dlam keadaan sehat wal’afia. Amiiin.
Setelah memberikan salam dan menyapa semua peserta dengan
sapaan yang has ,” bapak ibu yang hebat,” apakabar semuanya dan mendo’akan
semua peserta , beliyau meminta izin untuk berbagi pengalaman menulis walaupun
secara tiori beliyua masih banyak kekurangan dari padake lebihnya.
Beliyau mengatakan bahwa keberadaan beliyau pada pelatiuhan
kali ini hanya sekedar memberikan support kepada kita semua, beliyau menceritantetang bagaimana perjalanan beliyau sehingga sampai
pada seperti saat sekarang ini, tetntunya tidaklah mudah, perlu perjuangan dan
proses yang sangat panjang. Keinginan menulis beliyaunitu sebenarnya sedah cuku
lama terpendam, beliyua berusaha dengan memebeli buku buku tentang tiori tulis menulis. Mengikuti
pelatihan jurnalistik tetapi tetap sja tidak bisa menulis, bahkan beliyau
pernah diundang untuk menulis tetapi hasilnya masih kurang memuaskan, kering
katanya , beliyau mengakui kalau bahwa dirinya tidak pandai merangkai
katamenjadi sebuah kalimat, apalagi kalimat yang bertabur diksi yang penuh
hikmah. Tapi beliyauntidak putus asa, ketika lagi buming bumingnya leterasi
disekolah atau madrasah, ketika itu anak anak hanya diminta membeca dihari
selasa dan beliyau suka membawa buku ke
madrasah untuk dibaca oleh siswa siswinya dan sebagian siswa siswinya diminta
untuk menulis dan ahirnya menjadi buku antologi.Dari sinilahbeliyau tertarik
untuk menulis. Dan beliyau berusaha untuk mencari wadah pelatihan menulis
beliyau buka Facebook, beliyau menemukan pelatihan menulis
KSGN di wisma UNJ. Di sinilahbeliyau kenal dengan pak Namin, Om Jay, Om Dedi, dan lainnya
hinggabeliyau sering ikut kegiatan orang
orang hebat yang baru beliyau kenal dalam menulis.
Dari sinilah beliyau sedikit banyak mengetahui cara menulis,
terutama apa yang disampaikan oleh Om Jay." Tulis apa yang ada
disekitar kita, tulis yang sederhana dahulu, tulis yang kamu bisa dan kuasai,
serta mulailah menulis apa yang kamu alami dan rasakan" itulah
sepenggal kalimat yang beliyau pahami sampai sekarang.
Ada kalimat inspiratif yang menjadi kartu nama
beliau"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi" yang
memotivasi beliyau untuk selalu menulis. Kemudian beliyau buat turunannya"Menulislah
setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi".
Dari kegiatan menulis, beliyau berhasil melahirlah buku antologi pertama " Bukan Guru Biasa"
2016
beliyaupun berguru lagi dengan group Media Guru, dari sana
menerbitkan buku perdana solo"Mengejar Azan" buku cerita tentang
perjalanan menuntut ilmu. Dasar ilmunya dari Om Jay lalu dipoles oleh media
guru.
Kebahagiaan beliyau tak terkira pada saat itu, mempunyai
kebanggaan tersendiri karena mempunyai
karya sendiri. Sehingga karya perdana itu beliyau abadikan dengan minta bantuan pelukis untuk
melukisnya.
Saat beliyau mendapatkan kebahagiaan dan kebanggaan karena
telah berhasil membuat karya sendiri saat itulah Allah menguji beliyua dengan
sakit lumpuh total tubuh beliyaunyang tadinyta gagah perkasa bak arjuna , tinggi
dan ganteng pula tiba tiba dalam waktu sekejab semua itu sirna bagai diterjang
angina tornado yang dahsyat yang memporak porandakan semua kebahagiaan dan
kebanggaan beliyau. Bahkan nafaspun tidak inna lillahi wa inna ilaihi roji’un
subhanallah Allah masih saying dengan beloiyau karena mata, telinga, dan otak
masih berfungsi dengan baik, 1,5 bulan beliyau di ruang ICU, 3 bulan diruang
HCU 2 minggu diruang inab biasa beliyau pualng dalam kondisi lumpuh, selama
satuntahun badan beliyau tidak bisa bergerak, setelah satu tahun mulai ada
gerakan tangan, butuh enam bulan tangan kiri bisa memegang wajah, lalu disusul
tangan kanan. Jari tangan masih kaku dan tidak bisa menggenggam, untuk menekan
remot saja tidak mampu.1.5 tahun hanya berbaring dan terkadang suntuk
menghampiri.1.5 tahun putus dengan dunia luar, tidak tahu perkembangan dunia
luar seperti .
Suatu hari handphone istri beliyau tertinggal dan berdering. Beliyau mencoba me minta asisten rumah tangganya untuk mengambilkan dan meletakkan di atas dada
beliyau.beliyau mencoba untuk menyentuh,
Alhamdulillah, bisa terbuka. Dalam hati kecil berkata bertanya ke mana ya, handphone milik beliyau, sudah 1,5
tahun lepas dari tangannya.
Ketika istrinya pulang dari sekolah, beliyau meminta HP beliyua
dan sekaligus minta dibelikan kartu baru. Karena yang lama mati.tidak befikir panjang
istrnnyapun mencari HP dan membelikan
kartu baruuntuknya.
Bermulah dari situlah beliyau terasa hidup kembali. beliyua
berusaha menggunakan HP walau tidak bisa menggenggam, cukup beli alat HP lalu
disangkutkan pada jari jempol tangan kiri dan menulis menggunakan jari tengah.
Bagus jari manis dan kelingking tertekuk hingga tidak menghalanginya untuk
menulis. Karena jari tengah yang terpanjang, maka beliyau gunakan untuk
mengetik. Ternyata semua yang terjadi
ada hikmahnya. maka itu, beliyau bersyukur kepada Allah.
Beliyau mulail melacak akun Facebooknya,pencarian beliyau
memakan waktu selama 3 hari baru bisa terlacak. Alhamdulillah, sejak itubeliyau memposting kondisinya, hingga banyak simpati
dan empati berdatangan.
Dalam hati kenapakenapa tidak menulis sesuatu yang
bermanfaat untuk orang banyak. Akhirnya beliyaupun menulis apa yang pernah dibaca,
dilihat, dandi dengar. Karena beliyau senang dengan motivasi, maka beliyau
hampir setiap hari menulis artikel sederhana tentang motivasi hidup. Di samping
juga menulis tentang apa yang sedang terjadi pada dirinya.
Saking asyiknya menulis hingga lupa bahwa dirinya sedang
sakit tahunan, tetiba secara perlahan, tapi pasti ada progres yang
menggembirakan, tubuh beliyua mulai bergerak satu persatu. Subhanallah Allahu
Akbar
Banyak respon positif berdatangan, hingga banyak yang
membaca bahkan selalu menunggu tulisan berikutnya. Beliyaupun tambah bersemangat. Sehingga tidak tidur
sebelum ketemu bahan untuk ditulis besok. Setiap habis salat subuh hingga jam 7
beliyau menulis. Menulis sambil rebahan di atas kasur.
Setelah bisa duduk baru beliyau menulis di atas roda.beliyau
menulis di mana saja. Terkadang di atas
kasur, di luar rumah ketika menjemur badan, di mobil sambil menikmati macatnya
arus lalulintas, di rumah sakit sambil nunggu panggilan dokter. Ya, pokoknya di
mana saja ada di situlah menulis menulis. Bahkan ketika sedang terapi pun juga menulis. Di rumah sakit sambil nunggu
panggilan, Sambil terapi.
Di tengah perjalanan ada sahabat (Om Jay) yang beliyau kenal menghubungiinya. Lewat WhatsApp dan
vicol. Beliau mengajaknya untuk ikut pelatihan menulis. Walau dalam serba
keterbatasan dan leher masih memakai alat trakeastomi dan hidung masih memakai
NGT untuk selang makan.beliyau tetap bersemnagat menyatakan ikut.
Kalau lelah dan pusingbeliyau tidak ikut, tapi materinya beliyau
simpan diaplikasi catatan.Aplikasi catatan yang ada di HP itu tempat beliyau
menulis setelah itu baru beliyau share ke blog dan Facebook.
Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi.Turunan
kalimat dari Om Jay ini mujarab. Kalimat ini sebagai penyemangat beliyaua,
sekaligus beliyau ingin membangkitkan
dan mengajak teman untuk menulis.
Walau terkadang dinyinyir saya tetap maju pantang surut ke
belakang. Karena saya ingat pesan Om Dedi"Ingat apa yang menurut kita
bagus belum tentu orang lain menerima" artinya terus berjuang.
Apa yang terjadi? . Akhirnya teman beliyau satu persatu
mengikuti jejaknya dan mereka sudah mempunyai karya, bahkan murid muridnyapun mengikuti dan sudah menghasilkan karya. Begitu
juga teman-teman di medsos, mereka menulis karena terinspirasi dengan beliyau,
subha nallah
Ketika Cing Ato mengikuti rapa beliyua sengaja memberikan 12
buku dengan 6 judul, maksudnya biar dilihat oleh teman-temannya agar merek bisa
termotivasi dan keluar dari Zona aman, fotonya Cing aAto disebar ke Kanwil
Kemenag DKI Jakarta , dan mendapat respon dari Kasi Penmad dan pak Kasi ingin mewawancarai Cing Ato untuk
persiapan taggal 26 November 2021 da hari guru.
Cing Ato selalu mengingat apa yang dikatakan oleh Om Jay ,”menulislah
setiqap hari dan buktikan napa yang terjadi,”
ternyata kata kata Om Jay terbukti. Dan benar benar super buper, mantol.
CIng Ato menyampaikan diangkatan 22 ini ada teman kuliyahnya
yang juga ikut dalam Pelatihan belajar menulis dan temannya itu sering memanta
pendapat kepad Cing Ato mengenai hasil resumenya, dan Cing Ato sarankan agar
tidak hanya menulis resume saja tapi juga menulis yang lain, dan ternyata saran
Cing Ato dilaksanakan oleh temannya itu, dan ternyata tulisan tulisan teman
Cing Ato itu sudah guri dan renyah banyak diksi diksi didalam nya yang saya
belum mampu untuk untuk itu, (itu sikap tawadlu’ Cing Ato) subhanallah.
Kalau kita mau belajar dan belajar terus maka
sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya, kemustahilan melawan realita,
berwujud menjadi keniscayaan. Itulah hasil daeri kesungguhan dalam belajar,
kita umat Islam diperitahkan oleh Allah untuk belajar dan be;lajar dan ternyata
kalau belajar itu kitaq lakukan dengan keihlasan dan kesungguhan maka akan
berahir dengan keindahan, apa itu sebagaimana janji Allah dalka Al-Qur’an :
ياايهاالذين امنوا اذاقيل لكم تفسحوا في
المجلس فافسحوايفح لله لكم، واذاقيل انشزوافانشزوايرفع الله الذين امنوا منكم
والذيناوتواالعلم درجت والله بماتعملون خبير./المجاداة,58:11
Artinya: Hai orang
orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu berilah kela[pangan didalam
majlis majlis, maka lapangkanlah niscayaa Allah S.w.t akan memberi kelapangan
untukmu. Apabila dikatakan berdirilah kamu , maka berdirilah, niscaya Alah akan
mengangkat (derajat) orang orang ayng beriman diantarmu dan orang orang yang
diberi ilmu beberapa derajat, Allah S.w.t Maha Teliti terhaap apa yang engkau
lakukan. ( Al-Mujadala 58:11)
Ayat inlah yang
diturunkan oleh oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk kita semua, agar kita
senantiasa bersemangat untuk belajar dan belajar, karean dengan terus
bersemangat belajar tiada henti endingnya Alklah akan mengangkat derajat kita
semua, dan itu hak kareqan sudah banyak bukti. Cing Ato Contohnya, OmJay Allah
telah angkat derajatnya karena beliyau be;loiyau belajar terus menerus yang
ahirnya memiliki ilmu dan karya dan diangkat derajatnya oleh Allah, Sbhanallah.
Smoga kita semua bisa mengikuti jejak langkah beliyau beliyau. Dan ahirnya
kitapun diangkat derajatnya oleh A;llah kederajat yang tinggi derajat yang
mulya asbab kita mau mengikuti perintah Allah yaitu menuntut ilmu.
Untuk mendapatkan ilmu
tidaklah mudah tetapi membutuh proses yang sangat panjang bahkan membutuhkan
kesabaran, waktu, bahkan biaya dan lain
lain, dan itu harus dihadapi oleh setiap pencari ilmu, tidak boleh tidak, jalan
itu harus ditempuh tanpa itu maka mustahil seorang pencari ilmu akan berhasil mendapatkan
ilmu yang diinginkan dan mustahil pula akan diangkat direajatnya oileh Allah
S.w.t.
Melalui jalan panjang
dan berliku itu melelahkan memang tapi itulah jalan yang harus ditempuh, dengan
kesabaran, ketekunan, keuletan,
Melalui jalan panjang
dan berliku itu melelahkan memang tapi itulah jalan yang harus ditempuh, dengan
kesabaran, ketekunan, keuletan, kerja keras, ahirnya segala usaha yang
dilakukan membuahkan hasil, seperti yang didapatkan oleh Cing Ato , kerena
usaha kerasnya, ahirnya membuahkan hasil yang sangat luar bisa diluar dugaan.
Dari usaha kerasnya
lahirlah karya karya beliyau seperti yang disebutkan dibawah ini :
Karya sebelum sebelum
beliyau sakit
1. Mengejar Azan (2018)
Setelah sakit
2. GBS Menyerangku (2020)
3. Menuju Pribadi Unggul (2020)
4. Belajar Tak Bertepi (2021)
5. Kisah inspiratif Seni Mendidik Diri (2021)
6.Aisyeh Menunggu Cinte (2021)
7. Menepis Kesulitan Belajar (2021)
Masih dalam proses
1. Kado Spesial Sang Bintang
2. Lentera Ramadan
3. Cing Ato Berpantun
4. Cing Ato Berpuisi
5. Menulis di Kala Sakit
Masih dalam ide
1. Menyongsong pendidikan abad 21
2. Guru Berkharisma
3. Belajar Fikih ( buku pelajaran)
4. Dll.....
Cing Ato juga memulasi menulis puisi, pantun, dan cara
membuat cover insyaalah Cing juga
insyaallah akan belajar tentang layout buku. Harapannya dari belajar itu,
beliyua mampu menulis, membuat cover, dan harapan terbesarnya adalah meniadi penerbit mayor, Amiin ya Allah Ya
Robbal’alamiiin.
Dan ternyata menulis disaat sakit, banyak yang merespon,
banyak teman guru baik didunia nyata atau didumia maya, melontarkan kalimat
kalimat sanjungan,”Bapak merupakan Motivator saya,” bapak Inspirasi saya. Itulah
diantara kalimat kalimat sanjungan yang dilontarkan untuk Cing Ato dari teman
teman guru baik di Medsos ataupun di Dunia nyata. Bahkan Cing Ato para Kedatangan
yuotuber yang memberikan dukungan kepada beliyau.
Bukan saja mendapat sanjungan dari para sahabat medsos. Ternyata para yuotuber pun sampai datang berkunjung ke rumah dan berjumpa dengan saya. Mereka melabelkan saya sebagai guru motivator yang inspiratif.
Cing Ato tidak
menyangka ada orang ngelirikbeliyau untuk diminta menjadi narasumber. Walau
dahulu terbersit dalam hati, suatu saat beliyau akan menjadi narasumber.
Subhanallah apa yang diangankan menjadi kenytaan sekarang Cing Ato benar –
benar benar menjadi Nara sumber.
Pertama datang dari sahabat Cing Ato, dia meminta untuk
mengisi pada acara motivasi di grup guru ,tapi Cing tolak karena Cing saat itu masih terbatas bicara. Selanjutnya beliau
belum mengabarkan lagi. Walau belum terlaksana, setidaknya memberi motivasi
kepadaCing a. Ternyata ada juga yang melirik Subhanallah.
Kedua, datang dari Om Jay. Saya liat nama saya ada urutan daftar narasumber, tapi terutulis Cang Ato bukan Suharto. Akhirnya Cing cuekin saja. Eh, sudah mendekati waktunya baruCing dihubungi oleh bunda Aam Nurhasanah. Tanpa pikir panjang Cing Atopun menyanggupinnya. Jadilah Cing Ato mengisi pada pelatihan menulis gelombang 17. Eh, ternyata dipanggil lagi pada gelombang 18 dipanggil lagi pada gelombang 21 dan 22 ini. Subhanallah luar biasa menginspirasi. Dan masih banyak tawaran tawaran yang lain. Semoga Cing Ato ditambahkan kesehatannya dan keberkahannya sehingga beliyau mampu menjalani apa yang ditawarkan oleh beliyau dan mampu memberi manfaat kepada orang banyak.
Pesan Cing Ato, Jangan takut untuk menulis, Jangan menunggu pintar baru menulis, menulis
saja dahulu nanti pasti pintar. Awali menulis yang sederhana, yang kita bisa dan yang kita kuasai. Mulailah
menulis dengan apa yang kita alami dan rasakan, itu lebih mudah. Untuk memperkaya tulisan kita, silahkan baca
tulisan-tulisan karya orang lain. Dan jangan lupa membeli karya teman
Setelah Cing Ato menyampaikan kisahnya yang penuh Inspirasi,
pertemuan mala mini dilanjutkan dengan Tanya jawab. Dan ternyta peserta sangat
antusias untuk bertanya kepada Cing Ato,
Dibawah ini adalah Perttanyaan pertanyaan dari para peserta
P.
Saya Widya dari Malang.
Membaca pengalaman Cing Ato
sungguh luar biasa. Baru kali ini saya mendengar cerita inspirasi yang membuat
hati saya berkedut, air mata menetes tanpa terasa. Seolah tetesannya menyaingi
hujan gerinis dikota Malang. Ya Allah menangis hati saya.
1. Cing, apa
motivasi terkuat Cing Ato untuk menulis saat itu. Karena saat sakit tentu
perasaan depresi yang banyak melingkupi kita , Bagaimana caranya memompa
semangat ketika cing Ato down atau merasa kesakitan. (Saya malu dengan diri
ini. Sehat tapi malas menulis 😭😭😭
seolah saya dicambuk dengan cerita cing)
2. Bagaimana sekarang kondisi
kesehatan Cing Ato
Saya doakan Cing
Ato semoga selalu sehat. Dan selalu memotivasi dan mberi manfaat untuk sesama.
Terima kasih bunda Widya dari Malang.
1. Ketika saya
sehat saya sering ceramah dan khutbah baik di madrasah atau di masyarakat.
Maka, ketika sakit saya berpikir apa ya kira-kira yang bisa saya lakukan dan
ada manfaatnya untuk orang banyak. Akhirnya, saya menulis tentang karakter
manusia. Maka, tulisan saya isinya motivasi bagaimana menjalankan hidup
semestinya.
2. Setidaknya jika saya menulis
tentang kebaikan, pasti Allah pun tidak tinggal diam.
3. Agar tulisan-tulisan saya bisa
dinikmati oleh keturunan saya, setidaknya bisa memotivasi generasi
Alhamdulillah, kondisi saya
berangsur membaik...Aamiin terima kasih bunda.untuk mewakili pertanyasan yang lain karena pertanyaan satu dengan pertanyaan lainnya ham,pir hampir sama.
Dan masih banyak pertanyaan pertanyaan yang lain, namuan penulis hanya mencantumkan satu pertanyaan
Semoga dengan
menyimak klisah Cing Ato kita semua terinspirasi dan lebih semangat lagi untuk
terus belajar dan belajar kalu Cing Ato saja yang kondisinya seperti itu bisa
berkarya dengan sedemikian dahsyatnya apalgi kita yang sehat. Ayo semangat
semua untuk terus menulis dan berkarya sehingga apa yang kita tulis itu
menemuklan taqdirnya.
Komentar
Posting Komentar