TEHNIK PROMOSI BUKU


PELATIHAN MENULIS PGRI

PERTEMUAN KE 29

NARA SUMBER : Bapak Akbar Zainudin M.Pd.
PENULIS             : Abdul Gofur S.Ip M.Pd.
MODERATOR    : Bapak Da'il Ma'ruf M.Pd.

Malam ini adalam malam yang mendebarakan buat saya, karean malam ini punuh bintang dan merupakan detik detik sampai ke garis finish, satu kali pertemuan lagi sampai garis finish, sungguh sangat luar biasa mengikuti pelatihan belajar menulis PGRI penuh dengan perjuangan, penuh suka cita. Bagaiman tidak, setelah melakukan aktivitas seharian, pada saatnya istirahat harus menyimak materi yang disampaikan oleh nara sumber setelah itu harus membuat resume ya walaupun terkadang sudah teller duluan sebelum membuat resume dan baru besoknya bahkan besoknya lagi bahkan  ahirnya tidak mengerjakan resume karena sudah menumpuk, ya ahirnya ditinggalkan lanjut kemateri berikutnya.

Dan malam ini luar biasa setelah kita di ajari bagaimana cara menulis, cara membuat buku, cara menerbitgkan buku sampai mengenal penerbit indhi, penerbit mayor dan tiba saatnya malam ini kita diajari trik promosi buku/cara jualan buku, sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa, terima kasih Om Jay atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk ikut belajar di BM PGRI ini jazakumullah bi ahsanal jaza’

Materi malam ini judulnya  yaitu teknik promosi buku yang akan disampaikan oleh Bapak Akbar Zainuddin M.Pd dan membersamai beliau adalah Bapak Da’il Ma’ruf M.Pd semoga belajar hari ini berjalan lancar. .dan setelah berdo”a dan menyapa peserta pak Da’il langsung menyerahkan cet kepada pak Akbar dan beliyaupun langsung memulainya dengan tayangan video. dan tulisan saya adalah merupakan materi yang beliau sampaikan lewat vidio itu.

Seorang penulis  itu tidak saja menulisnbuku saja tetapi juga harus membantu memasarkan bukunya, karena kalau tidak nanti bukunya kurang laku, sayang sudah capek – capek menulis tapi bukunya tidak laku, ahirnya kurang memberikan manfaat kepada orang banyak.

Jadi bagaimana biar bukunya laku, biar lebih banyak orang yang mendapatkan manfaat dari buku kita, pola fikirnya jangan laku untuk jualan buku , jadi pola pikirnya itu laku agar apa? Agar mendapatkan manfaat dari buku kita, jangan ragu untuk jualan buku karena, kita yakin bahwa yang mereka keluarkan untuk buku manfaatnya lebih besar daripada yang mereka keluarkan. Mungkin itu menjadi sangat penting membantu proses penjualan buku.

Proses pemasaran buku, kalau berbicara masalah proses pemasaran buku ada 4 yaitu 4 Produk
2.       Harga
3.       Distribusi
4.       Promosi

Strategi produknya seperti apa, itu sangat menentukan setrategi distribusinya , bagaimana, kemana saja, promosina nya.

Produksi, sebelum melakukan 4P yang kita harus tahu  adalah

 1.siapa target pembaca kita, target pembaca akan menentukan strateginya. Karena strategai pembaca anak anak dengan strategi pembaca dewasa tentu berbeda, pembaca laki laki dan perempuan dan laki laki juga berbeda, jadi sebelum menulis tentukan dulu siapa pembacany. Yang paling gampang itu untuk anak – anak atau remaja yang paling gampang orang dewasa.

2. kebutuhan pembaca itu apa? Missal kalau untuk orang tua motivasi untuk bekerja, motivasi hidup, seperti dalam buku man jadda wa jadda, ada yang sasarannya anak anak, remaja dan orang tua untuk guru, untuk para penulis, untuk maha siswa, sehingga lebih mudah kita menulisnya. Jadi semuanya harus disesuwaikan dengan karakter dan kebutuhan mereka masing masing. Kalau kita sudah tau apa saja kebutuhan mereka sehingga memudahkan kita untuk melakukan pemetaan.

Siapapun pembacanya, kita harus tau apa yang dibutuhkan oleh mereka, kalu kita sudah tahu profil pembaca baru kita berbicara tentang strategi pemasarannya, yaitu 4p yaitu: produk, harga , distrbusi, harga dan promosi.

Produkstrategi,  buku kita harrus disesuwaikan kebutuhan audiens, buku untuk guru tentu berbeda dengan buiku untuk siswa, santri, buku untuk maha siswa, anak –anak tentu berbeda dengan buku untuk dewasa. Buku untuk ibu – ibui rumah tangga tentu bebeda beda kebituihannya. Misalnya kalau naka – anak itu berwarna, banyak ilustrasi, gambarnya macam – macam, biar menarik tulisannya besar – besar sedikit dan tidak terlalu banyak, kalau remaja berbeda format bukunya lebih fangki, enak dilihat dan macam – macam tidak standar biasanya, kalu buku untuk remaja kalau diamati  buku untuk remaja remaja itu covrnya bemacam macam dan buku standar.

Kalau buku resmi tentunya standart. Jadi disesuwaikan dengan kebutuhan audiens hal ini yang tau penerbit, penerbit akan mengemas seperti apa? Tapi kita sebagai penulispun bisa memberikan masukan kepada penerbit, karena penulis tau segmen penulis yang diambil olehnya, kebutuhan mereka apa, kalau menulis perhalamnnya seperti apa,yang menimbulkan intraksi seperti apa?, kita sebagai penulis memberikan masukan kepada penerbit, itu strategi produk.

2. strategi harga, harga itu ada 2 hal.


  Ada harga umum ada harga premium

Harga umum itu adalah harga wajar sebagaimana buku lainnya, misalnya buku 70 halaman standar harganya itu 70 ribu samapai 100 ribu nah itu sam denagn yang lain. Tetapi ada bebrapa buku yang dijual premium, bukunya ti;pis tidak terlalu tebal tapi hargannya 150 ribu tapi laku, ternyata hard cover kenapa laku karena itu menyesuwaikan dengan kebutuhan, kebutuhan dari pembaca.
 

Ada sebuah benerbit yang menerbitkan buku buku premium sehinga harganya itu menengah keatas , diatas harga rata – rata umum Al-Qur’an buku – buku keagamaan dijualnya denga lux hard cover dan harganya diatas harga umum, misalnya 100 ribu, untuk buku yang standar berapa halamn harganya bisa mencapai 125 ribu sampai 150 ribu dan ternya ada pangsa pasarnaya, jadi banyak morang ingin baca buku, bukunya yang lux, bukunya dicetak bagus hard cover tidak terkesan murahan, orang seneng dengan yang seperti itu ahirnya merekapun mau m,embayar dengan harga yang lebih mahal kareqwn ada gengsinya yang seperti itu, jadi motivasinya tidak sekedar membaca tapi ada kebutuhan membawa sesuatu untuk gengsi.untuk harga diri bahwa dia bisa beli dengan harga yang lebih mahal, yang kwalitasnya baik. Terus orang yang hobi orang yang fanatic, klemudian bisa dijual dengan harga yang premium, kwalitas yang baik itu bisa masuk kepada harga yang premium.

 

3. strategi DIstribusi
 Kalau distribusinya diserahkan kepada penerbit itu domain penerbity kita tinggal menunggu hasilnya, 

Ada 2 distribusi

1.      1..  Distribusi tradisional
2.    Distreibusi non tradisional.

Ketika  toko – took  buku yang kecil maupun ke jaringan toko - toko buku yang besar seperti karisma, gramedia, yang ada diseluruh Indonesia  ataupun di took –toko buku kecil yang ada disatu kota disatu kampus, biasanya penerbit kalau bukunya ada dikampus itu ada buku-buku yang disediakan untuk maha siswa.

 

Ada juga distribusi non tradisional,

1.       misalnya MLM, polanya sekarang dijual oleh agen agen MLM itu dimasukkan sebagai salah satu produk.

2.       Penjualan langsung, artinya kita jual secara langsung baik door to door atau jualan lewat on line lewat instagram FB, WA, dan media lainnya jadi bisa jual langsung.

3.       Market ples misalnya bli – bli, buka lapak, took pedia dan lain – lain di Indonesia sangat banyak market ples nah kita bisa taru buku – buku kita disana, kita buka lapak, kita buka took disalkah satu market ples mau berapa market ples boleh, nah itu kalau kita berbicara tentang distribusi

 

Faktor promosi, ini dilakukan berdua dengan penerbit, penerbit melakukan promosi penulis juga melakukan promosi, biar apa? Biar kenal, kalau tidak kenal mana mungkin mereka tertarik, kalau sudah tertarikada keinginan untuk membeli.jadi kenal dulu kemudian tertarik dan ahirnya membeli.

 

Lalu bagaimana caranya orang bisa mengenal buku kita, caranya bermacam – macam.

1.       Louncing buku, buku yang baru kita terbitkan, buku baru itu harus diluncurkan (louncing) dimana saja bisa dimasjid – masjid bisa majlis – majlis ta’lis ta’lim, bisa dilembaga pendidikan, bisa di Aula, dihotel – hotel dimana saja pokoknya judulnya lounching. Siapa yang mengadakan lounching buku ini, kadang penerbit menganggarkan untuk lounching buku ini, tapi tidak semuanya penerbit itu menganggarkan, maka kita bisa berkolaborasi  para penerbit dengan kita. Misalnya di majlis ta’lim kita komonitas apa? Dilounching kita punya jamaah. Jadi apa yang kita punya kita lounching disana untuk mengumumkan kita punya buku baru sehingga menimbulkan orang ingin tau, ini buku apa? Kalau mereka sudah pengen tau, nanti mereka lihat – lihat. ini nanti sesuwai dengan kebutuhan atau tidak, kalau tidak membutuhkandia tidak akan beli tapi kalau sesuwai dengan kebutuhan mereka akan belki.

2.       Adakan buku diberbagain tempat diamanapun kita punya sesuatau yang bisa kjumpulkan orang kita lounching.

3.       Bedah buku ke perpustakaan – perpustakaan daera, perpustakaan kampus, perpustakaan RT,RW tawarkan, kita louching buku jadi kerja sama dengan masjid, kerja sama dengan kampus. Misalnya harga kita 100 ribu nantinmkalau ada yang beli diskon 30% buat penyelenggara sehingga ada timbal balik. Orang mau melakukan sesuatau karena ada diskoun itu untuk penyelenggara atau yang ditempati, jadi bisa of linesecara langsung. Sekarang bedah buku secara on line di FB, FB live  atau diinstagramlive diumumkan seminggu sekali kita akan bedah buk, judulnya, kita akan bedah seberapa. Jadi setiap minggu kita akan bedah misalnya ada 15 bab perminggu 1 bab maka akan kita lakukan bedah bukunya selama 15 minggu. Punya materi untuk dibedah bedah saja, pesertanya sedikit tidak apa apa itu kan bisa dibuat video yang dapat direkam yang rekamannya bisa kita taruh di FB, yoo tobe jadi ada ilmu yang bisa kita serap setiap minggu. Kalau kita berikan setiap minggu membuat orang mulai menaruh  kepercaya an kepada kita. Jadi wwibiner zoom IG,FB punya 5 ribu teman punya instagram folowers kita ribuan itu jangan sampai disia – siakan manfaatkan dengan melakukan idukasi  tentgang produk kita. Baik bedah bukunya secara on line atau of line baik secara langsung atau rekaman, tidak masalah, yang penting adalah setiap minggu kita menyapa orang, bahwa kita punya buku. Sekali mereka belum melhat apa – apa dua kali, tiga kali 4 kali ahirnya mereka tertarik kepengen beli dan ahirnya merekapun beli buku buku kita. Jadi sering –seringlah lakukan bedah buku , seminar, work shop temanya sesuwai dengan buku kita, dengan work shop itu lebih bisa intensif materinya ada dibuku. Jadi seminar, work shop bisa membantu dalam menjual buku,

4.       Bangun komonitas misalnya komonityas apa daroi buku yang kita tulis

5.       Membangun relasi, kasih 20 – sampa 30% mereka akan jualan buku kita tanpa modal bangun juga jaringan untuk menjual buku kita

6.       Market ples, jangan lupa promosikan tyerus, kita sebagai penulis harus giat, aktif, kemana saja sehingga dengan pembaca dari buku buku kita.

Semuanya keterangan diatas adalah merupaskan strategi dalam pemasran buku, Alhamdulillah mendap[at ilmu terima kasij sayua haturkan kepada bapak nara sumber  atas ilmu yang diberikan semoga ilmu ini bisa menjadi bekal bagi semua peserta untuk bisa lebih maju dalam menulis dan memasarkan buikunya masing masing. Dan juag teriam kasih kepad\a moderator yang membersamai narasumber dan kita semua jazakumullah bi ahsanal jaza’

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini